Minggu, 21 Jun 2026 01:59 WIB

KJRI Hamburg Hadirkan Budaya Indonesia di Lange Nacht der Konsulate 2025

  • Penulis :
  • | Jumat, 02 Mei 2025 08:04 WIB
Konjen RI Hamburg bersama para penari. (Foto: dok. KJRI for jatimnow.com)
Konjen RI Hamburg bersama para penari. (Foto: dok. KJRI for jatimnow.com)

jatimnow.com – Suasana hangat dan meriah terasa di KJRI Hamburg saat lebih dari 650 pengunjung memadati kompleks konsulat dalam rangka acara Lange Nacht der Konsulate 2025.

Dengan mengangkat tema Vier Stunden in Nord Sumatra atau Empat Jam di Sumatra Utara, KJRI Hamburg menyuguhkan pengalaman budaya yang memikat, menggabungkan kekayaan tradisi, sejarah, musik, dan kuliner dari salah satu provinsi paling dinamis di Indonesia.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

Acara ini bukan hanya memperkenalkan Sumatra Utara sebagai destinasi budaya dan wisata yang unik, tapi juga merayakan hubungan panjang dan hangat antara Indonesia, khususnya Sumatra Utara, dan wilayah Jerman Utara.

Menambah kehormatan dan makna bagi acara ini, hadir pula sebagai Guest of Honor, State Secretary and Plenipotentiary of the Free and Hanseatic City of Hamburg to the Federation, to the European Union, and for Foreign Affairs, Ibu Liv Assmann, yang menyampaikan apresiasi atas upaya KJRI Hamburg dalam memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya yang hangat.

Salah satu momen paling berkesan malam itu adalah pameran foto dan presentasi tentang Batakhaus di Werpeloh, sebuah rumah adat Batak (Batakhaus) yang dibangun pada tahun 1978 di desa kecil Werpeloh, Jerman.

Di balik bangunan unik ini ada kisah inspiratif Pastor Matthäus Bergmann, seorang Kapusin yang, meski tak bisa berangkat ke Indonesia karena alasan kesehatan, tetap menjalin hubungan erat dengan budaya Batak melalui saudaranya yang bertugas sebagai misionaris di Sumatra dan lewat keterlibatannya di Kapusin Mission Procuratorate di Münster.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Lewat semangat gotong royong warga Werpeloh, Batakhaus akhirnya berdiri sebagai simbol persahabatan lintas budaya yang masih aktif digunakan hingga hari ini, lebih dari 45 tahun sejak pertama kali diresmikan.

Tak jauh dari Werpeloh, dari pulau Nordstrand di Laut Utara, muncul pula sosok Ludwig Ingwer Nommensen, seorang misionaris asal Jerman yang berperan penting dalam sejarah masyarakat Batak. Selain menyebarkan ajaran agama, Nommensen juga memperkenalkan sistem pendidikan dan pengetahuan dasar kesehatan yang berpengaruh besar hingga kini. Namanya kini diabadikan dalam Universitas HKBP Nommensen di Medan, dan Nordstrand pun tetap menjadi tempat ziarah penting bagi umat Batak Kristen.

Malam itu, suasana semakin semarak dengan pertunjukan budaya khas Sumatra Utara. Lagu-lagu tradisional dibawakan secara elegan dalam aransemen piano yang menyentuh hati, sementara gondang Batak mengajak hadirin ikut bergoyang dan berpartisipasi dalam workshop manortor, tarian khas Batak yang penuh semangat dan kebersamaan.

Baca Juga: Menjelajahi Bhutan, Destinasi Spiritual yang Menghidupkan Tradisi Kuno

Dan tentu saja, tak lengkap tanpa sajian khas Sumut. Dalam bazaar kuliner, para pengunjung bisa mencicipi makanan-makanan favorit seperti lontong Medan, mi gomak, dan bika ambon yang semuanya langsung ludes diserbu antusiasme para
tamu.

“Lewat acara ini, kami ingin membawa masyarakat Jerman mengenal Sumatra Utara lebih dekat budayanya, sejarahnya, dan kedekatannya yang istimewa dengan Jerman Utara. Semoga malam ini memperkuat jembatan dan saling pengertian antara Indonesia dan Jerman," ucap Konjen RI Hamburg, Renata Siagian, melalui rilis, Jumat (1/5/2025).

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.