Sabtu, 20 Jun 2026 12:07 WIB

Ratusan penari di Tulungagung Meriahkan Hari Tari Sedunia

Penari di Tulungagung saat merayakan Hari Tari Sedunia. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Penari di Tulungagung saat merayakan Hari Tari Sedunia. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Hari Tari Sedunia berlangsung di Taman Kartini Kabupaten Tulungagung. Ratusan penari dari belasan sanggar ikut memeriahkan perayaan ini.

Mereka menari bersama dalam kegiatan tersebut. Selain itu terdapat 4 seniman yang menari selama 4 jam nonstop. Penari tersebut membawakan tarian hasil karya mereka sendiri. Masyarakat yang melihat kegiatan ini juga diajak menari bersama sebagai penutup.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

Koordinator acara Hari Tari Sedunia, Clairine Faiza mengatakan terdapat 200 penari dari 15 sanggar yang ikut memeriahkan kegiatan ini. Hari Tari Sedunia sendiri diperingati setiap tanggal 29 April. 

"Ini juga merupakan bentuk eksistensi penari di Tulungagung, kegiatan ini juga menunjukkan konsistensi seniman tari juga," ujarnya, Minggu (27/4/2025).

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Terdapat juga 4 seniman yang menari 4 jam nonstop dalam kegiatan ini. Mereka adalah Anugrah atalin Nilawati, Chorine Nur Shofa, Nuroqim dan Hapsari Mustikaningrum. Clairine menjelaskan perayaan Hari Tari se Dunia ini mengambil tema Gerakan Tak Terbatas Oleh Tubuh. Pihak panitia membebaskan penari untuk menampilkan kreasi mereka termasuk 4 penari non stop ini. Mereka mulai menari pukul 06.00-10.00 WIB.

"Untuk menari 4 jam ini karena membutuhkan gerak tumbuh yang intens dan setiap karya juga membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menjelaskan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Sebagai penutup kegiatan mereka melakukan flash mob dan mengajak masyarakat untuk menari bersama. Mereka menarikan tarian khas Tulungagung yakni tari beksan kangen, tayub dan jaranan. Masyarakat tampak sangat antusias menari bersama para seniman.

"Kami berharap semua seniman ikut mengembangkan dan merayakan hari tari ini, potensi seni tari ini sangat dekat dengan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.