Kamis, 11 Jun 2026 11:42 WIB

Umat Hindu Blitar Gelar Pawai Ogoh-Ogoh

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 16 Mar 2018 18:43 WIB
Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar di Blitar.
Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar di Blitar.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

jatimnow.com - Jelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun 1940 Saka, ribuan umat Hindu Blitar Raya menggelar tawur kesanga atau pawai Ogoh-ogoh.
 
Berdasarkan data dari panitia pawai, jumlah Ogoh-ogoh yang diarak berjumlah sekitar 64 buah, yang diikuti oleh ribuan umat Hindu dari wilayah Kabupaten dan Kota Blitar.
 
Tawur Kesanga atau pawai ogoh-ogoh tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian ibadah umat Hindu jelang peringatan Hari Raya Nyepi 1940 Saka pada Sabtu (17/03/2018) besok.
 
Sebelum dilakukan pawai, umat Hindu sebelumnya juga telah melaksanakan upacara Melasti atau penyucian dewa-dewa di Pantai Jolosutro Kecamatan Wates pada Sabtu (10/03/2018) pekan lalu.
 
"Sekarang acaranya Tawur Kesanga atau pawai ogoh-ogoh. Tujuannya apa? Agar umat Hindu dapat mengenal dan memahami ajaran Tri Hita Karana atau hubungan antara manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia, dan Manusia dengan alam," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar Lestari disela waktunya menyambut pawai ogoh-ogoh di depan Pasar Wlingi Jumat (16/03/2018).
 
Tawur Kesanga merupakan bagian yang menghubungkan antara manusia dan alam. Keberadaan Huta Kala atau Raksasa merupakan perwujudan sifat negatif atau jahat yang ada didalam diri manusia, sehingga Tawur Kesanga diharapkan dapat menghilangkan pengaruh jahat manusia. 
 
"Kehadiran Huta Kala sebagai sifat roh jahat justru akan mengharmoniskan manusia dengan alam melalui rangkaian upacara tawur kesanga dan dibawa ke desa masing-masing untuk diarak lagi baru kemudian disonyakan atau dibakar. Harapannya agar umat Hindu yang menjalankan Tapa Brata 24 jam pada Perayaan Hari Raya Nyepi dapat terhindar dari sifat dan pikiran negatif atau jahat," terang Lestari.
 
Sementara itu Bupati Blitar Rijanto mengaku, acara Tawur Kesanga atau Pawai ogoh-ogoh disambut dengan antusias masyarakat sekitarnya yang tinggi.
 
Hal itu dibuktikan dengan berjubelnya masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui oleh pawai ogoh-ogoh.
 
Acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Hindu sebagai Blitar Raya juga diharapkan bisa menjadi ikon maupun festival yang dapat menarik wisatawan.
 
"Tentunya ini semoga bisa jadi penarik wisata juga. Jadi biar bisa multi effect dengan masyarakat sekitarnya," kata Rijanto.
 
Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.