Rabu, 17 Jun 2026 17:41 WIB

Pelaku Pencabulan Santri di Tulungagung Diamankan usai Pulang Mudik

Pelaku saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pelaku saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaku pencabulan di pondok pesantren di Tulungagung dilaporkan saat pulang kampung. Pelaku yang tak lain adalah bapak kamar ponpes berinisial AIA (26) diketahui merupakan warga Sumatera Selatan.

Saat polisi melakukan penyelidikan terkait kasus ini, pelaku sedang berada di kampung halaman. Setelah tiba di Tulungagung pelaku langsung dibawa ke Satreskrim Polres setempat untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi mengatakan aktifitas libur di pondok pesantren tersebut membuat pelaku memutuskan pulang kampung.

Saat liburan tersebut, orang tua salah satu korban melaporkan aksi pencabulan yang dilakukan pelaku. Mereka curiga karena melihat korban yang murung selama liburan. Saat didesak korban kemudian menceritakan perbuatan pelaku.

"Orang tua korban curiga karena korban terlihat aneh saat liburan, saat ditanya akhirnya korban bercerita," ujarnya, Jumat (18/04/2025).

Dari hasil pemeriksaan, awalnya, terdapat 7 korban yang semuanya masih berusia di bawah umur. Korban diketahui berumur 8-12 tahun. Namun pelaku ternyata mengaku bahwa jumlah korban yang pernah dicabuli mencapai 12 orang.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku leluasa mencabuli korban karena berstatus sebagai bapak kamar. Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga mengancam korban untuk menuruti hawa nafsunya.

"Jika tidak mau, diancam akan diberi sanksi atau dilaporkan," tuturnya.

Taat juga menjelaskan pihak pondok pesantren sangat kooperatif saat proses penyelidikan kasus ini. Mereka mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pencabulan tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Pihak Pondok pesantren sangat kooperatif dalam kasus ini, mereka mendukung pengusutan secara tuntas," pungkasnya.

Sebelumnya, bapak kamar sebuah pondok pesantren di Tulungagung diamankan setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap santrinya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui aksi pencabulan tersebut. Bahkan salah seorang korban disodomi pelaku. Polisi sendiri masih menunggu hasil visum korban. Diperkirakan jumlah korban masih bisa berambah lagi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.