Minggu, 21 Jun 2026 09:28 WIB

2 CJH asal Tulungagung Batal Berangkat, Dinyatakan Tidak Istitaah

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Tulungagung merampungkan proses pemeriksaan kesehatan Calon Jemaah Haji (CJH). Dalam pemeriksaan ini, terdapat 2 CJH yang dipastikan tidak dapat berangkat karena dinyatakan tidak Istitaah.

2 CJH ini hanya memiliki kemampuan aktifitas harian di bawah 65 persen. Mayoritas CJH tahun ini masuk kategori resiko tinggi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan total terdapat 1.030 CJH yang sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.018 CJH dinyatakan Istitaah dan bisa berangkat haji. Meskipun begitu, mereka masih perlu pendampingan obat dan orang selama menunaikan ibadah haji.

"Seperti ada yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi sehingga perlu setiap hari mengkonsumsi obat," ujarnya, Kamis (17/04/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Terdapat juga 2 CJH yang dinyatakan tidak Istitaah sehingga batal berangkat haji. Kondisi salah satu CJH usai terkena serangan stroke dan satu lagi mengalami demensia. Pihak Dinas Kesehatan sendiri sudah melakukan koordinasi dengan keluarga terkait kondisi ini.

"Hasilnya, pihak keluarga ikhlas dengan kondisi tersebut yang menyebabkan tidak bisa berangkat haji," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Mayoritas CJH asal Tulungagung ini juga masuk dalam kategori resiko tinggi. Mereka sudah berusia di atas 60 tahun. Dari jumlah CJH yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, 690 di antaranya masuk kategori resiko tinggi. Sedangkan 328 CJH kategori non resiko tinggi.

"Hampir sama dengan tahun lalu, mayoritas CJH asal Tulungagung masuk kategori resiko tinggi," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.