Sabtu, 20 Jun 2026 12:03 WIB

Perubahan Perilaku Siswa Lamongan karena MBG: Lebih Doyan Sayur

Siswa SMPN 1 Lamongan saat menyantap olahan MBG. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Siswa SMPN 1 Lamongan saat menyantap olahan MBG. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lamongan terus dilakukan. Semula olahan sayur banyak terbuang karena kurangnya minat dari siswa.

Namun perlahan elemen sayur yang wajib dihidangkan dalam MBG diterima siswa. Hal tersebut tak lepas dari beragam sosialisasi dan variasi menu masakan yang diberikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala SPPG Lamongan, Agustina Nurul Hardian menyebut bahwa olahan MBG setiap hari berganti untuk mencegah rasa bosan siswa. Olahan lauk pauk dan sayuran dilakukan variasi menu olahan.

"Hari ini perubahan pada siswa Lamongan cukup signifikan, tidak ada sayur yang ditolak lagi, termasuk sayur lokal terong, kacang panjang, tapi kita variasi," ungkap Agustina, Selasa (15/5/2025).

Dari hasil evaluasi, siswa menolak sayur karena rasanya yang hambar, maka cara memasaknya bumbu diperkuat cita rasanya.

Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi

"Seperti ayam wajib dimasak beragam setiap harinya, menu sayuran terong, kacang panjang, tauge berganti-gantian," ujarnya.

Perubahan karakter siswa juga mulai terbentuk, yakni rasa guyub rukun dan kebersamaan makan bersama-sama berhasil menggugah selera makan anak.

"Edukasi yang dilakukan sekolah juga berpengaruh besar bahwa sayur itu penting, lama-lama siswa menerima, berbeda dari awal-awal pelaksanaan MBG," tambahnya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Agustina menceritakan bahwa dari proses evaluasi, pihaknya juga banyak menerima kritikan dan saran dari surat yang dikirimkan siswa.

"Kami juga menerima banyak surat cinta (aduan) terkait menu permintaan siswa, tapi bagi kami masih masuk akal, yakni kabanyakan meminta menu kering seperti ayam krispi, ikan krispi," urainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.