Rabu, 17 Jun 2026 01:32 WIB

PKL Pepelegi Sidoarjo Tolak Penggusuran, Demonstrasi Memanas

Suasana demonstrasi menolak penggusuran bangunan liar yang berdiri di atas aliran sungai sepanjang Jalan Raya Pepelegi Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Suasana demonstrasi menolak penggusuran bangunan liar yang berdiri di atas aliran sungai sepanjang Jalan Raya Pepelegi Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan warga menggelar demonstrasi menolak penggusuran bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas aliran sungai sepanjang Jalan Raya Pepelegi Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Sidoarjo, Senin (14/4/2025).

Selama ini lapak PKL tersebut menjadi tempat mereka mencari nafkah sehari-hari. Sementara pembongkaran dilakukan karena bangli dianggap sebagai salah satu penyebab banjir di kawasan Waru dan Gedangan.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Para pemilik lapak menolak pembongkaran, mereka membawa poster-poster berisi tuntutan dan penolakan penertiban. Mereka juga berkilah bahwa tempat tersebut menjadi sumber kehidupan dan meminta agar pemerintah memberikan perhatian kepada mereka.

Sebelum pembongkaran, Satpol PP Sidoarjo telah melayangkan surat peringatan kepada para pemilik bangunan. Namun hingga tiga kali surat peringatan diberikan, warga belum juga membongkar bangunan secara mandiri.

Mereka mendesak agar Bupati, Subandi maupun Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana turun langsung menemui mereka. Mereka berharap adanya dialog yang bisa menghasilkan solusi bersama.

Salah satu demonstran yang juga mantan Kepala Desa Sawotratap, Sundayati turut hadir dan menyuarakan keberatan atas penggusuran yang dinilai tiba-tiba dan tanpa koordinasi.

"Ini semua binaan saya, sejak 25 tahun yang lalu, mau dipindah kemana? Direlokasi kemana? Kok tidak ada pertemuan tiba-tiba mau dibongkar," tegasnya.

Ia melanjutkan lokasi tersebut merupakan tempat untuk mencari nafkah bagi mereka. Karena itu, pembongkaran seharusnya tidak dilalukan semena-mena.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Sandang pangan anak-anak, biaya sekolah semua dari sini, jangan seenaknya jadi pemimpin, kalau bisa tempatnya ditata dengan baik bukan malah dibongkar," jelasnya.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana akhirnya merespons keluhan pedagang. Dia datang ke lokasi dan berdialog langsung dengan para demonstran.

Mantan anggota DPRD Sidoarjo tersebut menegaskan, pemerintah tidak ingin menyakiti rakyat kecil, tetapi proses penataan kawasan tetap harus berjalan.

"Kami paham mereka sudah menempati tempat ini lebih dari 27 tahun, tapi kami juga ingin melakukan penataan," ungkap Mimik.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Menurut Mimik, perlu komunikasi yang baik antara pemerintah dan para PKL. Ia memastikan, pemerintah terbuka terhadap aspirasi warga dan akan mencari solusi terbaik bersama.

"Untuk pembongkaran, hari ini ada beberapa lapak yang dibongkar dan pembongkaran dilakukan mandiri oleh mereka," ujarnya.

Upaya pendekatan Wabup Sidoarjo tersebut berhasil. Para PKL rela membongkar sendiri lapak-lapaknya. Mimik juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo membuka diri untuk dialog dan mencari solusi jangka panjang bagi para PKL.

"Yang terpenting bagaimana normalisasi sungai ini bisa dilakukan. Selanjutnya kami tetap membuka dialog untuk mencari solusi jangka panjang bagi para PKL dikawasan ini," pungkas Mimik Idayana.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.