Sabtu, 20 Jun 2026 16:47 WIB

Melihat Tradisi Miwiti Panen di Tulungagung pada Awal Musim

Prosesi upacara tradisi miwiti panen di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Prosesi upacara tradisi miwiti panen di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung menggelar upacara miwiti panen lan methik kaki sedono lan nini sedono.

Upacara ini dilakukan untuk mengawali masa panen padi. Mereka mengambil padi laki-laki dan perempuan dan meletakkan di bawah patung kaki sedono dan nini sedono.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Desa Ngrendeng, Nur Jiman mengatakan dalam setahun petani bisa tiga kali melakukan panen. Mereka selalu menggelar upacara ini di awal musim panen.

Tradisi ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas hasil panen padi selama ini. Mereka berharap melalui tradisi tersebut hasil panen bisa melimpah setiap musimnya.

"Jadi setahun kami bisa menggelar tradisi ini sebanyak 3 kali karena kita panen 3 kali juga," ujarnya, Jumat (11/04/2025).

Dalam upacara ini, sesepuh desa diarak ke lokasi panen diiringi dengan kesenian jaranan. Setelah itu, sesepuh melakukan doa dan ritual di lokasi panen padi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Mereka kemudian memetik padi siap panen dengan kategori laki-laki dan perempuan. Untuk tanaman padi laki-laki memiliki ciri ciri melengkung ke arah kanan. Sedangkan padi perempuan melengkung ke arah kiri.

"Ini yang dinamakan kaki sedono dan nini sedono, setelah itu padi kita letakkan di bawah patung yang menjadi simbol kaki dan nini sedono," jelasnya.

Nur Jiman sendiri berharap tradisi ini selalu dilestarikan oleh para petani. Selain tradisi di awal musim panen, mereka juga memiliki tradisi setiap memasuki masa tanam.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain merupakan bentuk syukur, tradisi tersebut juga merupakan wujud penyatuan hubungan manusia dengan alam.

"Kami berharap tradisi seperti ini terus dilakukan oleh generasi penerus," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.