Minggu, 14 Jun 2026 23:04 WIB

Angka Kecelakaan di Ponorogo Menurun, Pelajar Masih Banyak Terlibat

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama Sudirno. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama Sudirno. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ponorogo selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 mengalami penurunan sebesar 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun sayangnya, pelajar masih menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam insiden kecelakaan.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama Sudirno, menyebutkan bahwa sepanjang Operasi Ketupat Semeru 2025 yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 8 April, tercatat ada 19 kasus kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang mencatatkan 23 kasus.

“Secara persentase, jumlah kejadian turun 17 persen. Namun dari sisi pelaku, pelajar masih mendominasi kecelakaan,” ujar AKP Bayu saat ditemui di ruangannya, Kamis (10/4/2025).

Terkait korban jiwa, jumlahnya tetap sama seperti tahun lalu, yakni 1 orang meninggal dunia selama masa operasi. Sementara itu, jumlah korban luka ringan mengalami sedikit peningkatan dari 29 menjadi 30 orang, atau naik sekitar 3 persen.

Namun demikian, nilai kerugian material justru meningkat signifikan. Pada Operasi Ketupat 2024, kerugian tercatat sebesar Rp23,5 juta, sementara pada tahun ini naik menjadi Rp29,8 juta atau meningkat sebesar 27 persen.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

“Jadi meskipun jumlah kasus turun, dampak ekonominya justru lebih tinggi,” jelas AKP Bayu, yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Nduga, Papua Pegunungan.

Dalam hal profesi, karyawan dan pelajar tercatat sebagai pihak yang paling sering terlibat dalam kecelakaan. Dari 20 orang yang terlibat, 8 di antaranya masih berstatus pelajar, bahkan ada yang baru berusia 14 tahun.

“Selain pelajar, ada juga 3 orang PNS dan 11 karyawan yang terlibat dalam kecelakaan selama operasi,” tambahnya.

Baca Juga: Polres Ponorogo Gerebek Judi Sabung Ayam dan Dadu, Pelaku Kocar-kacir

Pihak kepolisian juga telah melakukan berbagai upaya preventif menjelang dan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, seperti memberikan imbauan ke sekolah-sekolah dan membentuk tim rider yang aktif memberikan edukasi di bulan Ramadan.

“Edukasi ke sekolah dan masyarakat dilakukan secara intensif. Tim rider pun diturunkan untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Alhamdulillah hasilnya positif, angka kecelakaan berhasil kami tekan,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.