Sabtu, 20 Jun 2026 03:18 WIB

Angka Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Semeru di Tulungagung Meningkat

Polisi saat mengatur kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik. (Foto: Dok Polres Tulungagung for jatimnow.com)
Polisi saat mengatur kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik. (Foto: Dok Polres Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kecelakaan dan fatalistas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 di Kabupaten Tulungagung meningkat dari tahun sebelumnya. Dalam mudik dan arus balik juga ditemukan perubahan pola pengendara.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila mengatakan Operasi Ketupat Semeru 2025 berlangsung selama 17 hari mulai tanggal 23 Maret hingga 8 April. Selama operasi berlangsung terdapat 19 angka kecelakaan dengan korban meninggal 4 orang.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

Jumlah ini meningkat dibanding operasi serupa di tahun 2024 lalu. Pada tahun 2024 terdapat 18 kecelakaan dengan 2 korban meninggal dunia.

"Tahun ini angka kecelakaan dan fatalitasnya meningkat dibanding tahun lalu." ujarnya, Rabu (9/4/2025).

Terjadi perubahan pola pengguna jalan selama arus mudik dan balik tahun ini. Mayoritas pengguna jalan sengaja menghindari akses jalan utama.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Mereka memilih melewati beberapa ruas jalan alternatif. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik jalur alternatif.

"Banyak yang berpikir lewat jalur alternatif lebih sepi akhirnya terjadi penumpukan kendaraan, sedangkan di jalur utama relatif lancar," tuturnya.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Polisi sendiri melakukan rekayasa jalan untuk menghadapi kondisi ini. Pada beberapa titik penumpukan kendaraan mereka menambah durasi lampu hijau selama beberapa detik. Hal tersebut dilakukan agar kemacetan tidak bertambah panjang.

"Puncak arus balik di Tulungagung sendiri terjadi pada hari Jumat, setelah itu semua relatif lancar, saat ini lampu hijau sudah kembali normal," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.