Kamis, 18 Jun 2026 14:09 WIB

Kreatif, Jemaat ini Kelola Sampah Koran Jadi Berbagai Kerajinan

Aneka kerajinan berbahan koran bekas karya anggota jemaat gereja
Aneka kerajinan berbahan koran bekas karya anggota jemaat gereja

jatimnow.com - Meskipun terlihat sepele, tumpukan koran bekas ternyata mempunyai nilai tersendiri bagi sejumlah jemaat Gereja Katolik Santa Maria dengan Tidak Bernoda asal Tulungagung.

Jemaat yang tergabung dalam kelompok pengembangan ekonomi sosial ini, merubah tumpukan limbah koran bekas menjadi sebuah karya kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Beragam jenis kerajinan seperti vas bunga, tempat minum, tempat tisu, tempat pensil dan kap lampu, mereka buat dari koran bekas.

Ditemui di galery-nya yang terletak di Kelurahan Jepun, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (06/12018), belasan anggota tampak semangat mengerjakan sejumlah kerajinan.

Koran bekas yang mudah ditemukam mereka potong dan gulung sesuai dengan ukuran. Gulungan koran bekas ini lah yang kemudian menjadi bahan pembuatan kerajinan koran bekas ini.

"Gulungan ini disusun atau bisa juga dirajut hingga membentuk kerajinan vas bunga atau tempat pensil," ujar Koordinator Kelompok Pengembangan Sosial, Totok Supariyanto.

Diperlukan ketelitian dan ketelatenan untuk membuat kerajinan dari koran bekas ini. Setelah terbentuk sesuai keinginan, kerajinan ini kemudian dilapisi oleh lem khusus untuk memperkuatnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Tidak hanya itu, agar terlihat lebih indah mereka juga melapisi plitur yang dicampur dengan resin. "Jadinya akan lebih indah dan kuat serta lebih tahan air," tuturnya.

Totok menambahkan, ide untuk membuat kerajinan ini berawal dari keprihatinan jemaat gereja, terkait banyaknya limbah sampah. Mereka kemudian membuat pelatihan untuk mengelola sampah dan kemudian mendirikan bank sampah.

Namun hasil pengelolaan bank sampah dirasa masih kurang bagi anggota jemaat. "Kemudian kami belajar membuat kerajinan berbahan koran bekas setelah dijual ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kerajinan ini dijual mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Selama ini banyak yang memesan kerajinan koran bekas untuk souvernir acara pernikahan maupun ulang tahun.

Selain itu kerajinan ini juga dikirim ke sejumlah daerah sekitar seperti Kediri, Malang juga Surabaya. "Selain bisa untuk wadah kegiatan anggota, dengan membuat kerajinan ini juga bisa menambah penghasilan setiap anggota," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.