Rabu, 17 Jun 2026 14:25 WIB

Jasa Tukang Permak di Tulungagung Laris Manis Jelang Lebaran

Tukang permak di Tulungagung mulai kebanjiran order. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tukang permak di Tulungagung mulai kebanjiran order. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beberapa hari menjelang Lebaran, jasa permak di sepanjang jalan Adi Sucipto Tulungagung mulai kebanjiran orderan. Masyarakat banyak yang menggunakan jasa mereka untuk mengecilkan atau membesarkan baju. Pendapatan jasa permak ini pun meningkat 50-100 persen karena banyaknya pesanan jahitan.

Salah seorang tukang permak, Kuncoro mengatakan jasa ini mulai kebanjiran orderan sejak sepekan jelang Lebaran. Biasanya orderan mulai meningkat sejak awal bulan Ramadan. Namun tahun ini orderan baru meningkat menjelang lebaran.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Dibanding tahun lalu tahun ini relatif menurun, biasanya sejak awal Ramadan sudah ramai, ini baru ramai jelang lebaran," ujarnya, Kamis (27/3/2025).

Jika biasanya para penjahit ini bisa mengerjakan 15 orderan setiap hari, kini meningkat menjadi 25 orderan per hari nya. Mayoritas masyarakat menggunakan jasa permak ini untuk mengecilkan atau membesarkan pakaian. Selain itu mereka juga memotong celana yang terlalu panjang.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau perempuan biasanya mengecilkan gamis yang baru dibeli, kalau yang laki laki permak celana," tuturnya.

Salah seorang pelanggan, Roro Winarsih mengaku senang dengan hasil tukang permak ini. Ongkos pengerjaannya juga relatif murah mulai Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu per potong. Biaya ini bisa lebih jika pengerjaannya sangat rumit.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Setiap beli baju saya selalu kesini untuk di permak, biasanya mengecilkan baju karena ukurannya terlalu besar," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.