Kamis, 18 Jun 2026 21:36 WIB

Ramadan Now 2025

Kerupuk Rambak Khas Tulungagung jadi Buruan saat Lebaran, Produsen Kewalahan

Pekerja kerupuk rambak di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pekerja kerupuk rambak di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Produksi kerupuk rambak di Desa Sembung, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan selama Ramadan. Kudapan renyah ini menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak dicari oleh pemudik saat lebaran nanti. Para produsen bahkan mengaku kewalahan jika harus memenuhi permintaan konsumen dari luar kota.

Salah satu pemilik usaha pengolahan kerupuk rambak, UD Intan Jaya, Waluyo menyebut peningkatan produksi tahun ini berkisar 200 persen. Jika hari biasa mereka mampu memproduksi 1 kwintal kerupuk rambak, saat ini setiap hari mereka dapat memproduksi hingga 1,5 kwintal. Jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi mendekati lebaran ini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Kalau diprediksi peningkatan tahun ini mencapai 200 persen, saat ini setiap hari kita memproduksi 1,5 kwintal kerupuk rambak," ujarnya, Rabu (19/08/2025).

Meskipun mengalami peningkatan namun Waluyo menyebut angka tersebut menurun dibanding tahun lalu. Pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan volume produksi maupun permintaan bisa mencapai 300 persen bahkan lebih. Waluyo berharap lonjakan permintaan kerupuk rambak masih akan terjadi mendekati hari H Lebaran yang jatuh pada akhir Maret ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Sekarang memang naik, sekitar dua kali lipat. Tapi biasanya lonjakan paling tinggi terjadi beberapa hari sebelum Lebaran. Kami prediksi permintaan bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Waluyo pun memastikan tidak ada perubahan harga. Kerupuk rambak sapi tetap dijual dengan harga  Rp115 ribu per kilogram dan rambak kerbau Rp185 ribu per kilogram. Bahan baku utama berupa kulit sapi dan kerbau diperoleh dari luar Pulau Jawa, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan. Pasokan bahan baku tahun ini relatif lancar dan tidak menemui kendala berarti.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Biasanya menjelang Lebaran ada hambatan pengiriman, tapi tahun ini semua berjalan normal. Jadi produksi juga tidak terganggu," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.