Sabtu, 20 Jun 2026 02:18 WIB

Dinkes Tulungagung Temukan Makanan Kedaluwarsa dalam Parsel Lebaran

Petugas Dinas Kesehatan Tulungagung saat melakukan pemeriksaan parsel lebaran. (Foto: Dok Dinas Kesehatan Tulungagung for jatimnow.com)
Petugas Dinas Kesehatan Tulungagung saat melakukan pemeriksaan parsel lebaran. (Foto: Dok Dinas Kesehatan Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung bersama BPOM Kediri melakukan pemeriksaan parsel Lebaran di sejumlah toko grosir dan swalayan. Dalam pemeriksaan ini, mereka menemukan sejumah kemasan makanan dalam parsel yang tidak memenuhi syarat.

Petugas Dinkes Tulungagung menemukan makanan kedaluwarsa dalam parsel. Petugas meminta pihak toko untuk tidak menjual makanan yang kedaluwarsa tersebut.

Baca Juga: Gereja di Tulungagung Ini Bagikan Ribuan Parcel Lebaran Untuk Warga

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah mengatakan pemeriksaan ini digelar untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual memenuhi kriteria dan aman dikonsumsi masyarakat. Menjelang Lebaran, mulai banyak ditemukan toko yang menjual parcel.

"Untuk memastikan makanan kemasan yang dikemas menjadi parsel Lebaran dalam kondisi aman, baik dari segi isi, kemasan, izin edar maupun masa kedaluwarsanya," ujarnya, Kamis (13/3/2025).

Dalam pemeriksaan ini, mereka menemukan sejumlah makanan yang belum memenuhi layak edar, di antaranya tidak mencantumkan Nomor Izin Edar (NIE) dalam kemasan, kondisi kemasan yang rusak serta tidak sesuai dengan ketentuan pelabelan.

Baca Juga: 200 ODGJ asal Tulungagung Dikirim Berobat ke RSJ Lawang

"Total ada 23 produk makanan yang tidak sesuai dengan ketentuan," tuturnya.

Pihak Dinkes sendiri telah meminta toko tersebut untuk tidak menjual makanan yang tidak layak edar tersebut.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Tulungagung Pantau Kondisi ODGJ Sepulang dari RSJ Lawang

Untuk langkah pertama, petugas memberikan sosialisasi dan peringatan kepada pemilik toko. Petugas juga akan melakukan pemeriksaan serupa untuk memastikan makanan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.

"Kita memiliki kewajiban untuk bersama - sama menjaga kualitas produk pangan dan minuman kemasan dalam bentuk parcel tersebut sehingga aman dikonsumsi," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.