Senin, 22 Jun 2026 11:31 WIB

Dinas Kesehatan Tulungagung Pantau Kondisi ODGJ Sepulang dari RSJ Lawang

Keluarga saat menjemput ODGJ di Dinas Kesehatan Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Keluarga saat menjemput ODGJ di Dinas Kesehatan Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus memantau kondisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pasca-menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodoningrat, Lawang Malang.

Puluhan ODGJ dinyatakan bisa menjalani rawat jalan oleh tim dokter. Sebelumnya, pihak Dinkes mengirim sejumlah ODGJ untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Terlibat Cek Cok, ODGJ di Tulungagung Bacok Adik Kandungnya

Plh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Heru Santoso mengatakan sejak bulan lalu mereka sudah 3 kali mengirim pasien ODGJ ke RSJ Lawang. Total 104 pasien ODGJ telah dikirim untuk mendapatkan perawatan medis.

"Kuota pertama kemarin 34 pasien, kemudian yang kedua kita kirim 43 dan kali ini kita dapat kuota dari 30, untuk soal kuotanya itu yang tau pihak RSJ, kita ngikut saja," ujarnya, kamis (11/07/2024).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 pasien ODGJ dinyatakan bisa melakukan rawat jalan oleh tim dokter. Mereka diantar pulang pihak RSJ ke Dinas Kesehatan. Selanjutnya, keluarga dan pemerintah desa menjemput ke kantor Dinas Kesehatan.

Baca Juga: ODGJ Ngamuk Lukai Nenek di Banjarejo Kota Madiun, Dievakuasi ke RSJ Lawang

Heru menjelaskan, mereka yang diperbolehkan menjalani rawat jalan adalah pasien yang kondisinya stabil dan bisa mandiri, seperti mandi, makan hingga buang air besar dan buang air kecil di toilet.

"Sekitar 45 hari menjalani perawatan kemudian ketika dinyatakan bisa rawat jalan, akan diantarkan oleh pihak RSJ kemari secara gratis, untuk pasien yang akan dibawa kesana itu dicek kesehatannya dulu dan dipastikan bisa untuk dibawa kesana," jelasnya

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Temukan Makanan Kedaluwarsa dalam Parsel Lebaran

Kendati dikembalikan ke rumah, pihak Dinas Kesehatan memastikan mereka tetap mengkonsumsi obat secara rutin. Hal ini dilakukan untuk membuat pasien tetap merasa nyaman dan meminimalisir potensi kondisi kejiwaannya yang rawan berubah.

"Tentu pengobatan jangan sampai terlambat, petugas juga akan melakukan monitoring," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.