Kamis, 11 Jun 2026 12:03 WIB

2 Bulan Kota Madiun Deflasi, BPS Sebut Ini Faktornya

  • Penulis :
  • | Selasa, 11 Mar 2025 09:32 WIB
Ilustrasi. (Foto: madiun today)
Ilustrasi. (Foto: madiun today)

jatimnow.com - Kota Madiun mengalami deflasi selama 2 bulan berturut-turut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, deflasi pada Februari di Kota Madiun mencapai 0,78 persen.

Salah satu faktor utama penyebab deflasi adalah penurunan tarif listrik. Yakni, diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 hingga 2.200 watt selama Januari dan Februari.

Baca Juga: Harga Konsumen di Kota Kediri Melandai, April Catat Deflasi 0,12 Persen

Juga dipengaruhi penurunan harga kelompok pengeluaran perumahan. Seperti air dan bahan bakar rumah tangga.

"Harga beberapa komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami penurunan," ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz, dilansir Madiun Today, Senin (10/3/2025).

Sejumlah komoditas seperti bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, tomat, semangka, bayam, kacang panjang, dan terong juga mengalami penurunan harga.

"Sehingga memberikan dampak deflasi yang cukup dalam," imbuhnya.

Kendati demikian, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga pada Februari. Salah satunya, elpiji tiga kilogram.

Baca Juga: Kota Kediri dan Madiun Teken Kerja Sama, Perkuat Ekonomi hingga Pariwisata

Kemudian, tarif air minum PAM akibat penyesuaian biaya pemeliharaan meteran oleh Perumda Tirta Taman Sari Kota Madiun. Serta, sejumlah bahan kebutuhan pokok yang lain seperti pepaya, telur ayam ras, mobil, emas perhiasan, dan bensin nonsubsidi. Begitu pula, harga wortel, rokok sigaret kretek mesin, dan jeruk.

Meski terjadi deflasi selama dua bulan berturut-turut, Aziz menjelaskan bahwa situasi ini masih termasuk dalam kategori aman dan relatif terkendali. Apalagi, deflasi lebih banyak dipengaruhi tarif listrik.

"Namun, Maret nanti tarif listrik kembali normal, sehingga harga-harga bisa mengalami penyesuaian kembali," tuturnya.

Baca Juga: Sinergi dengan Wartawan, BPS Gresik Gelar Workshop Jurnalisme Data

Aziz pun mengingatkan bahwa anomali cuaca yang masih berlangsung dapat berdampak pada produksi pertanian. Terutama komoditas hortikultura.

Selain itu, momen Ramadan yang biasanya terjadi peningkatan konsumsi. Dengan begitu, berpotensi menaikkan harga bahan pangan.

"Ketika permintaan meningkat, harga cenderung naik. Menjelang lebaran akhir Maret, tarif angkutan juga berpotensi naik, bisa berdampak inflasi," pungkas Aziz.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.