Selasa, 16 Jun 2026 20:11 WIB

Kota Kediri dan Madiun Teken Kerja Sama, Perkuat Ekonomi hingga Pariwisata

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Jan 2026 14:45 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi usai teken kerja sama di Ruang Joyoboyo. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi usai teken kerja sama di Ruang Joyoboyo. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Kediri dan Kota Madiun resmi menjalin kerja sama antar daerah dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pengembangan potensi daerah. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (13/1/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarkota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang memiliki karakteristik hampir serupa, sekaligus mendorong kemajuan bersama melalui kolaborasi lintas wilayah.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa kerja sama antara Kota Kediri dan Kota Madiun mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi, hingga pengembangan potensi daerah seperti pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.

“Program yang telah berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kita sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di Kota Madiun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vinanda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri terbuka terhadap kolaborasi antardaerah selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama program itu positif, bisa diterapkan, mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, Insyaallah akan kita lakukan. Kami tidak akan menutup diri,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan bahwa kerja sama ini dilandasi kesamaan karakter antara Kota Kediri dan Kota Madiun sebagai kota yang memiliki tantangan pembangunan yang hampir serupa, meskipun memiliki potensi unggulan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

“Contohnya, saat Madiun kesulitan cabai sementara Kediri melimpah, maka kerja sama ini bisa saling menopang. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain yang memiliki keunggulan bisa menjadi penopang,” ujarnya.

Maidi menegaskan bahwa sektor ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama antarkota tersebut.

“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, kota itu juga akan sehat. Maka bidang ekonomi menjadi prioritas nomor satu,” tegasnya.

Selain ekonomi, kerja sama juga akan difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata dan kuliner. Potensi unggulan di masing-masing daerah akan saling diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

"Kuliner yang enak di sini kita ajak ke Madiun, yang enak di Madiun kita ajak ke Kediri. Itu yang penting,” imbuh Maidi.

Di bidang lingkungan, Maidi turut memaparkan program unggulan Kota Madiun terkait pengelolaan sampah dan penataan kota. Kota Madiun menargetkan zero waste dan zero kabel pada tahun 2027 sebagai bagian dari implementasi 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tahun 2027 sampah harus sudah selesai, TPA di Kota Madiun harus sudah ditutup. IKL harus sudah jalan. Selain itu juga zero kabel. Kabel-kabel semrawut harus hilang. Karena Madiun itu mengimplementasikan 17 poin SDGs, itu programnya PBB. Maka Kota Mendunia itu salah satunya, sampah dan kabel terselesaikan. Kotanya indah, bersih, oksigennya baik, dan suhunya semakin turun,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.