Kamis, 11 Jun 2026 03:18 WIB

DPRD Tekankan Pentingnya Konsep Urban Farming di Surabaya

Laila Mufidah (istimewa)
Laila Mufidah (istimewa)

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah menekankan pentingnya keberlanjutan urban farming di seluruh kampung di Surabaya. 

Urban farming tidak hanya berkontribusi pada ketahanan dan kemandirian pangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang asri.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Kampung Kendangsari Gang 1, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, menjadi contoh nyata manfaat urban farming. 

Disana, warga berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran, seperti sawi, kangkung, brokoli, selada, tomat, dan cabe. Hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dipasok ke warung-warung dan penjual lalapan, sehingga memberikan nilai ekonomi.

Namun, semangat urban farming di Kampung Kendangsari kini menghadapi tantangan. Produktivitas menurun dibandingkan awal mula program Kampung Ijo pada tahun 2020. Jumlah titik hidroponik berkurang dari 25 menjadi 12, dengan lubang hidroponik tersisa 2.000.

Kondisi ini menjadi perhatian serius. Keberlanjutan Kampung Ijo Kendangsari terancam jika tidak ada dukungan optimal dari Pemerintah Kota Surabaya. Warga yang telah mandiri membangun Kampung Ijo selama lima tahun terakhir membutuhkan dukungan untuk menjaga semangat urban farming.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

"Semua pihak harus bertanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan urban farming. Budidaya sayur dengan media pot dan hidroponik adalah solusi tepat untuk mewujudkan ketahanan pangan di perkotaan," ujar Laila Mufidah saat mengunjungi Kampung Ijo Kendangsari, Senin (24/2/2025).

Politisi perempuan PKB ini mengapresiasi kemandirian warga Kampung Kendangsari melahirkan Kampung Ijo. 

Namun dirinya lebih mengapresiasi jika kemandirian warga itu juga didukung Pemkot Surabaya. Selama lima tahun menjalankan program urban farming belum mendapat dukungan optimal Pemkot.

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Warga di Kendangsari ingin Pemkot memberikan jalan untuk menjadikan Kampung Ijo mendapat link dan jaringan yang lebih luas. Tidak hanya jaringan warung makan yang dibangun warga sendiri, tapi bisa masuk pasar yang lebih besar.

Warga bersyukur jika bisa bermitra dengan hotel atau supermarket. Semua panen urban farming organik di Kampung Kendangsari bisa ditampung mereka. Namun hingga impian itu belum terwujud, kondisi urban farming di kampung ini mulai menyusut.

"Salah satunya karena ancaman hujan yang berkepanjangan. Hidroponik salah satu yang dihindari adalah kena hujan langsung. Kami ingin Pemkot membantu mini green house," kata Wahyu Agustiana, koordinator urban farming Kendangsari RT 01/RW 05.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.