Kamis, 18 Jun 2026 04:07 WIB

Petani Lamongan Terancam Gagal Panen, Sawah Terendam Luapan Bengawan Solo

Lahan sawah milik petani Desa Karangwungu Lor, yang terendam air luapan Bengawan Solo. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Lahan sawah milik petani Desa Karangwungu Lor, yang terendam air luapan Bengawan Solo. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petaka menimpa sejumlah petani di Lamongan. Padi yang ditanam susah payah di sawah, kini terendam air luapan Sungai Bengawan Solo. Akibatnya, petani terancam gagal panen.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo melanda sejumlah wilayah di Lamongan sejak sepekan terakhir. Tidak hanya menggenangi permukiman, air liapan juga merendam lahan pertanian.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Wilayah paling terdampak yakni Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren. Di sana berhektare-hektare tanaman padi berusia dua bulan terendan air luapan sungai.

Salah satu petani di desa setempat, Marsoan, mengatakan sawahnya sudah terendam selama kurang lebih sepekan hingga mengakibatkan tanaman padi rusak.

"Rusak sekali. Padahal ini kan padinya sudah mau berbuah," kata Marsoan, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Hal senada juga diutarakan Sumiyah. Wanita paruh baya itu mengatakan, tingkat kerusakan yang terbilang sudah cukup parah, kemungkinan besar akan membuat petani gagal panen.

"Kalau begini ya nggak bisa panen. Gagal total," tuturnya.

Petani setempat berharap adanya upaya dari pemerintah untuk meringankan beban mereka, mengingat tanaman yang sudah rusak tidak bisa dipulihkan lagi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Selain itu, petani juga mengharapkan adanya solusi jangka panjang, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.