Minggu, 21 Jun 2026 07:38 WIB

Hujan Deras, Ratusan Rumah di Tulungagung Terendam Banjir

Genangan air banjir masuk ke kawasan pemukiman warga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Genangan air banjir masuk ke kawasan pemukiman warga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan deras yang terjadi selama 4 jam menyebabkan ratusan rumah di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung terendam banjir, Rabu (26/2/2025). Air masuk ke dalam rumah hingga setinggi setengah meter.

Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di kawasan simpang empat cwiri terhambat. Mobil yang melintasi kawasan tersebut harus berjalan pelan. Kawasan tersebut merupakan akses jalan alternatif dari Tulungagung menuju Kediri. 

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah seorang warga, Jiyo (60) mengatakan sebelumnya hujan terjadi cukup deras di wilayah tersebut. Air mulai masuk ke kawasan pemukiman warga sekitar pukul 17.00 WIB. Daerah tersebut merupakan langganan banjir. Setiap terjadi hujan deras selalu terjadi genangan banjir.

“Surutnya lambat kalau jalan sudah kering baru air yang masuk di rumah surut," ujarnya, Rabu (26/2/2025). 

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hal senada juga diungkapkan Natalia (41). Jumlah rumah yang terendam genangan banjir ditaksir mencapai ratusan unit. Banjir masuk ke kawasan pemukiman warga di dua dusun yakni Krajan dan Boneng. Peristiwa banjir ini diduga karena aliran drainase yang tidak mampu menampung aliran air. Selain itu air dari sungai di desa tersebut meluap sehingga banjir masuk ke kawasan pemukiman.

"Daerah ini langganan banjir selalu terjadi setiap hujan deras namun ini yang terparah," tuturnya. 

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Masyarakat melalui pemerintah desa sebenarnya sudah mengajukan perbaikan ke Pemkab Tulungagung. Namun perbaikan ini belum terealisasi. Mereka berharap pemerintah dapat memperbaiki drainase sehingga aliran air bisa masuk ke sungai.

"Sudah pernah mengajukan tapi belum terealisasi," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.