Minggu, 21 Jun 2026 03:27 WIB

Usai Makan Nasi Hajatan, Puluhan Warga di Mojokerto Keracunan

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto saat melakukan pendataan korban keracunan masal di rumah Ali Mustofa, Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto saat melakukan pendataan korban keracunan masal di rumah Ali Mustofa, Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.

jatimnow.com - Puluhan warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mengalami keracunan makanan.

Keracunan tersebut terjadi usai makan berkat (bingkisan makanan, red) hajatan rutin pada Kamis (04/10/2018) malam.

Baca Juga: Satu Menu Janggal Penyebab 200 Siswa di Surabaya Keracunan MBG

Puluhan warga mengeluh perut terasa mual, kepala pusing dan muntah-muntah setelah memakan berkat hajatan disalah satu rumah warga. Keluhan itu muncul selang tiga jam usai warga makan berkat tersebut.

Sri Wahyuni (49), warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang menjelaskan, hajatan rutin digelar di rumah Muhammad Ali Mustofa di Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kamis sore.

"Rangkaian hajatan itu mulai pagi sebenarnya, sekitar pukul 14.00 WIB ada 110 orang kumpul di sana (rumah Ali Mustofa). Pukul 17.00 WIB, tahlil selesai dan warga mendapatkan berkat isi nasi lengkap dengan lauk pauk," ungkapnya, Jum'at (5/10/2018).

Baca Juga: 200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Armuji Minta SPPG Ditutup

Lanjutnya, warga baru mengeluh perut sakit dan mual-mual jangka waktu tiga hingga empat jam usai memakan berkat yang dibawa pulang dalam ember.

"Sekitar pukul 22.00 WIB beberapa warga mengeluh perut terasa mual, kepala pusing dan muntah-muntah. Korban dibawa ke RS Sumberglagah, Kecamatan Pacet dan Puskesmas Jatirejo," tuturnya.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com menyebutkan, hingga saat ini tercatat sekitar 46 korban yang mengalami keracunan. Namun saat ini 44 korban sudah pulang dari RS Sumberglagah dan Puskesmas Jatirejo.

Baca Juga: 200 Siswa Surabaya Keracunan Menu MBG

"Tinggal Mujiati (44), ini menjalani rawat inap di RS Sumberglagah, dan Disti (7) menjalani rawat inap di Puskesmas Jatirejo," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.