Minggu, 14 Jun 2026 11:12 WIB

Polisi Surabaya Diperiksa Propam, Dugaan Pemukulan saat Demo Mahasiswa

Polisi saat pukul mahasiswa (tangkapan layar video viral)
Polisi saat pukul mahasiswa (tangkapan layar video viral)

jatimnow.com - Personel polisi Polrestabes Surabaya berinisial Aiptu YT diperiksa Propam Polda Jatim. 

Ia diduga melakukan pemukulan kepada salah satu mahasiswa saat demo bertajuk #Indonesiagelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, pada Senin (17/2/2025) kemarin.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Aksi pemukulan itu sempat terekam kamera saat aparat kepolisian menembakkan water cannon ke massa aksi ketika terjadi kericuhan. 

Kemudian, ada salah satu massa aksi ditangkap dan seorang polisi memukul massa tersebut.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi, membenarkan bahwa ada Polrestabes Surabaya yang diperiksa Bidpropam Polda Jatim.

"Dimintai keterangan di Propam Polda Jatim," kata Rina kepada wartawan, Kamis (20/2/2025).

Setelah menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Jatim, kata Rina, polisi tersebut dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dimintai keterangan di Polda Jatim, habis (itu) dilimpahkan lagi ke Polrestabes. Karena dia kan anggota Polrestabes," ucapnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Sebelumnya, Korlap aksi, Aulia Thaariq Akbar atau Atta, menyebut bahwa sekitar lima orang massa dibawa oleh aparat kepolisian.

"Ada sekitar lima, dan kami melihat sendiri, bahwa teman kami lima orang itu dibawa oleh anggota ke dalam (Gedung DPRD)," kata Atta.

Selain itu, ada sekitar lima orang massa lainnya yang mengalami kekerasan oleh pihak kepolisian.

"Mereka juga melakukan tindakan-tindakan kekerasan," ucapnya.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Terpisah, Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Wibowo, membantah pihaknya menangkap lima massa aksi saat unjuk rasa.

"Tadi tidak ada yang diamankan, semuanya adek-adek mahasiswa boleh dikonfirmasi. Apa yang disampaikan, isu-isu ada yang diamankan. Saya pastikan tidak ada diamankan,” kata Wibowo.

Wibowo mengatakan, pihaknya tidak menangkap perusuh atau provokator dalam aksi ini. Hanya saja, aksi unjuk rasa ini sempat diwarnai insiden saling dorong.

"Sampai saat ini saya belum menerima laporan itu, tapi tadi ada sedikit dorong-dorongan karena mahasiswa sedikit maju ke depan. Kemudian kita menjaga agar situasi kondusif supaya tidak masuk ke batas yang kita sepakati, hanya dorong-dorongan seperti itu," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.