Jumat, 19 Jun 2026 19:52 WIB

Demo di DPRD Jatim Ricuh, Mahasiswa Klaim 5 Rekan Hilang

Kericuhan terjadi di tengah aksi mahasiswa (foto: Dini for jatimnow.com)
Kericuhan terjadi di tengah aksi mahasiswa (foto: Dini for jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi demo mahasiswa di depan Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya berujung ricuh. Masa memaksa masuk gedung karena ingin bernegosiasi dengan Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf.

Mereka mencoba merusak pagar besi pembatas dengan menginjak-injak. Tujuannya, agar massa aksi bisa menerobos masuk ke dalam gedung DPRD Jawa Timur. 

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Kondisi yang tak kondusif, petugas yang berjaha dilokasi menyiapkan kendaraan taktis penyemprot air bertekenan tinggi atau water cannon di depan kawat berduri. 

Selang beberapa waktu, water cannon disemprotkan ke arah massa aksi agar mereka bubar. Penyemprotan itu membuat suasana semakin ricuh.

Penyemprotan massa aksi berjalan sekitar satu menit, mereka akhirnya mundur secara perlahan.

Presiden Badan Eksektufi Mahasiswa (BEM) Unair Aulia Thaariq Akbar mengklaim akibat kejadian itu, sebanyak lima rekan mahasiswa hilang. Ia menduga 5 rekannya ditangkap oleh polisi. 

"Tadi sekitar lima orang. Kami melihat sendiri bahwasannya lima orang, teman kami di bawa sama anggota ke dalam, dan mereka bilang tidak akan dikeluarkan,” kata Atha sapaan akrabnya, Senin (17/2/2025).

Kondisi ricuh itu, kata Atha membuat beberapa mahasiswa mengalami luka-luka di bagian siku dan lutut. 

Baca Juga: UKT Dinilai Memberatkan, Mahasiswa Unej Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem

Mahasiswa sempat menyalakan api saat aksi demo (foto: Dini for jatimnow.com)Mahasiswa sempat menyalakan api saat aksi demo (foto: Dini for jatimnow.com)

"Banyak mahasiswa yang kena kawat berduri dan ditangkap tadi. Saya enggak tau, kita minta tolong teman kita dikembalikan tetapi mereka (pihak polisi) hanya diam,” jelasnya.

Atha menegaskan akan bertahan di depan gedung DPRD Jatim sampai lima temannya dibebaskan. 

"Kami meminta dikeluarkan teman kami, tetapi polisi hanya diam. Kami masih bertahan di sini demi kawan-kawan kita yang diambil tadi,” tandas Atha. 

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

Sementara, Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menegaskan tidak ada mahasiswa yang diamankan. 

"Saya tegaskan tidak ada yang diamankan semuanya dari mahasiswa boleh dikonfirmasi apa yang tadi disampaikan isu-isu yang menurut mereka diamankan dan sebagainya. Saya pastikan enggak ada,” tandas Wibowo. 

Diketahui, aksi ratusan mahasiswa itu menuntut pada pemerintah untuk mengurungkan rencana pemangkasan anggaran.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.