Rabu, 17 Jun 2026 19:33 WIB

Dikhawatirkan Ambruk, Besi Penyangga Jembatan Gladak Lanjeng Bangkalan Terkikis

Jembatan Gladak Lanjeng Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Jembatan Gladak Lanjeng Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Besi penyangga Jembatan Gladak Lanjeng yang menghubungkan Desa Martajasah dengan Desa Keramat terkikis air laut. Akibatnya, jembatan tersebut berpotensi ambruk jika tak kunjung diperbaiki.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bangkalan, Guntur Setiadi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengusulkan perbaikan secara menyeluruh, tetapi hingga saat ini belum mendapatkan anggaran.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Perbaikan Infrastruktur Triwulan Kedua di Tulungagung Terancam

"Kami sudah berulang kali mengajukan perbaikan untuk jembatan tersebut, namun terkendala keterbatasan anggaran," ujarnya, Minggu (16/2/2025).

Ia menegaskan, kondisi Jembatan Gladak Lanjeng tidak bisa hanya direhabilitasi sebagian, melainkan harus dilakukan rekonstruksi ulang secara total agar struktur tetap aman dan nyaman untuk digunakan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Itu sudah cukup tua, ya jadi harus direkonstruksi ulang. Jadi tidak bisa kalau hanya rehab saja," ungkapnya.

la mengungkapkan, di tahun ini anggaran kembali mengalami refocusing, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAUM), sehingga beberapa proyek infrastruktur yang sudah direncanakan, belum dapat direalisasikan.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Berjanji Segera Benahi Jalan Rusak Sebelum Lebaran

"Kami akan cari solusi supaya segera bisa diperbaiki," pungkasnya.

Diketahui, selain menjadi penghubung jembatan antar desa, jembatan tersebut juga sebagai akses menuju industri maritim di Bangkalan. Jembatan itu juga kerap dilalui kendaraan besar, sehingga badan jembatan harus dibangun kokoh agar bisa tetap dilalui.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.