Kamis, 18 Jun 2026 13:55 WIB

Puluhan Guru Swasta P1 Lulus PPPK Tak Dapat Formasi Mengadu ke DPRD Tulungagung

Audiensi guru swasta P1 dengan DPRD Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Audiensi guru swasta P1 dengan DPRD Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan guru swasta yang berstatus P1 mendatangi kantor DPRD Tulungagung. Mereka menanyakan kejelasan nasib usai lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun belum mendapat formasi.

Ketua Forum Guru P1 Tulungagung, Miftakhul Huda mengatakan, jumlah Guru P1 yang belum terangkat saat ini mencapai 196 orang. Jumlah tersebut, terdiri dari guru negeri dan swasta. Dalam seleksi PPPK tahun 2021, mereka dinyatakan lolos namun belum mendapatkan formasi.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Pada tahun 2023, mereka mencoba berkoordinasi dengan Bupati Tulungagung. Mereka juga mendapat rekomendasi dari Bupati saat itu untuk segera diangkat.

"Namun rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti oleh BKD atau Dinas Pendidikan, hingga saat ini," ujarnya, Selasa (11/2/2025).

Dalam audiensi ini mereka meminta DPRD Tulungagung untuk menandatangani kesepakatan, di antaranya DPRD akan mengusulkan percepatan penuntasan P1, mengawal dan mengawasi realisasi kebijakan terkait P1 dan memfasilitasi audiensi dengan instansi terkait.

Baca Juga: Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta, Tuntut Kesejahteraan

Surat kesepakatan ini ditandangani oleh anggota komisi A DPRD Tulungagung yang hadir dalam audensi ini.

"Kita akan mengawal nasib teman teman guru P1, kalau perlu kita akan melakukan aksi demo menuntut kejelasan nasib guru P1," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung Marsono yang hadir dalam audiensi ini berjanji akan mengawal poin yang disepakati dalam audiensi ini. Mereka juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait hal ini.

Baca Juga: DPRD Jember Soroti Rendahnya Gaji PPPK Nakes, Ancam Evaluasi Kadinkes

Dalam audiensi terungkap, masalah guru P1 terletak dalam postur anggaran. Selama ini, pihak Pemkab terbentur dengan anggaran dalam perekrutan PPPK sehingga formasi yang dibuka tidak banyak.

"Kita juga akan melakukan studi banding ke dareah lain untuk melihat bagaimana cara menuntaskan masalah ini," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.