Sabtu, 06 Jun 2026 10:08 WIB

Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta, Tuntut Kesejahteraan

Pemberangkatan guru dari Tulungagung ke Jakarta. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pemberangkatan guru dari Tulungagung ke Jakarta. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan guru di Tulungagung berangkat menuju gedung DPR RI Jakarta untuk menyuarakan aspirasi. Mereka rencananya akan bergabung dengan sejumlah organisasi guru lainnya untuk melakukan aksi besok.

Beberapa tuntutan yang dibawa oleh para guru, salah satunya meminta kesetaraan nasib dan kesejahteraan guru swasta. Mereka juga berharap ada revisi atau amandemen undang-undang yang bisa mengakomodir guru tanpa memandang status.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Ketua Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Tulungagung, Nur Qomarudin mengatakan, terdapat sekitar 110 guru Tulungagung yang berangkat ke Jakarta. Kedatangan mereka ke Gedung DPR RI bertujuan untuk melakukan aksi yang dikemas dalam agenda silaturahmi nasional.

"Kami berangkat bersama 110 guru menggunakan dua bus menuju Gedung DPR RI," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Qomarudin menjelaskan, selama ini muncul mispersepsi dan dikotomi antara guru honorer, swasta, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu dan guru PNS. Pihaknya meminta agar tidak ada dikotomi dan hanya memunculkan Guru Indonesia. Menurutnya semua guru yang sudah terdaftar dalam Dapodik maupun Simpatika memiliki status yang sama.

"Baik guru swasta, honorer, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu atau guru PNS memiliki kewajiban yang sama. Maka dengan amandemen nanti guru dapat tercover semua," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selama ini guru negeri lebih diuntungkan karena sudah masuk dalam database pemerintah, sedangkan guru swasta harus mengikuti jalur umum saat seleksi.

"Kami mewakili guru swasta yang ada di yayasan atau madrasah berharap bisa mendapat kesetaraan nasib dan status dimata pemerintah," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.