Rabu, 22 Jul 2026 04:36 WIB

Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta, Tuntut Kesejahteraan

Pemberangkatan guru dari Tulungagung ke Jakarta. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pemberangkatan guru dari Tulungagung ke Jakarta. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan guru di Tulungagung berangkat menuju gedung DPR RI Jakarta untuk menyuarakan aspirasi. Mereka rencananya akan bergabung dengan sejumlah organisasi guru lainnya untuk melakukan aksi besok.

Beberapa tuntutan yang dibawa oleh para guru, salah satunya meminta kesetaraan nasib dan kesejahteraan guru swasta. Mereka juga berharap ada revisi atau amandemen undang-undang yang bisa mengakomodir guru tanpa memandang status.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Ketua Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Tulungagung, Nur Qomarudin mengatakan, terdapat sekitar 110 guru Tulungagung yang berangkat ke Jakarta. Kedatangan mereka ke Gedung DPR RI bertujuan untuk melakukan aksi yang dikemas dalam agenda silaturahmi nasional.

"Kami berangkat bersama 110 guru menggunakan dua bus menuju Gedung DPR RI," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Qomarudin menjelaskan, selama ini muncul mispersepsi dan dikotomi antara guru honorer, swasta, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu dan guru PNS. Pihaknya meminta agar tidak ada dikotomi dan hanya memunculkan Guru Indonesia. Menurutnya semua guru yang sudah terdaftar dalam Dapodik maupun Simpatika memiliki status yang sama.

"Baik guru swasta, honorer, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu atau guru PNS memiliki kewajiban yang sama. Maka dengan amandemen nanti guru dapat tercover semua," jelasnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Selama ini guru negeri lebih diuntungkan karena sudah masuk dalam database pemerintah, sedangkan guru swasta harus mengikuti jalur umum saat seleksi.

"Kami mewakili guru swasta yang ada di yayasan atau madrasah berharap bisa mendapat kesetaraan nasib dan status dimata pemerintah," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.