Kamis, 11 Jun 2026 15:08 WIB

DPRD Jatim Wanti-wanti Program Cek Kesehatan Gratis Tak Tumpang Tindih

  • Penulis :
  • | Selasa, 11 Feb 2025 12:31 WIB
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Humas DPRD Jatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Humas DPRD Jatim)

jatimnow.com - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah. Puguh menilai langkah ini merupakan inovasi luar biasa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mereka.

Namun, menutur dia, perlu skema yang jelas agar program ini tidak tumpang tindih dengan program kesehatan lainnya yang telah berjalan.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Kesehatan gratis yang dibuat oleh pemerintah itu sangat bagus. Konsep besarnya mengedepankan preventif medicine dibandingkan kuratif medicine. Selama ini, anggaran untuk pengobatan memang cukup besar, sementara masyarakat cenderung abai terhadap pencegahan. Akibatnya, mereka baru datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan setelah sakit," ujar Puguh, Selasa (11/2/2925).

Ia menilai, langkah preventif melalui cek kesehatan gratis adalah terobosan penting untuk membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya lebih awal. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat guna mencegah penyakit atau mencegah kondisi yang sudah ada menjadi lebih parah.

Namun, Puguh menyoroti bahwa program ini harus dirancang dengan matang agar tidak mengorbankan program lain yang juga menyangkut hajat hidup orang banyak. Terlebih, biaya program ini disebut mencapai hampir Rp2 juta per orang, sehingga perlu ada perumusan skema yang lebih terperinci.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

"Jangan sampai program ini malah meniadakan atau mengganggu program kesehatan lain yang sudah berjalan, terutama program dari Kementerian Kesehatan atau BPJS Kesehatan. Program ini harus benar-benar bisa diakses oleh masyarakat tanpa menimbulkan kebingungan," tegas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur ini.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur menghadapi tantangan besar dalam pelaksanaan program ini.

Menurut Puguh, mayoritas masyarakat Jatim berasal dari kelas menengah ke bawah, sehingga program ini harus benar-benar bisa diakses secara luas, terutama di Puskesmas dan klinik-klinik yang telah terakreditasi atau bekerja sama dengan BPJS.

Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Fee Ijon dalam Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

"Sosialisasi harus diperkuat hingga ke pelosok-pelosok desa. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa program ini sulit diakses atau tidak mendapatkan informasi yang jelas. Jika tidak dikemas dengan baik, program ini bisa menjadi bumerang bagi pemerintah dan menimbulkan kekecewaan di masyarakat," lanjut legislator PKS ini.

Puguh berharap, pemerintah daerah dan lembaga kesehatan bisa berkolaborasi dalam menyukseskan program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.