Minggu, 21 Jun 2026 19:08 WIB

Ibu Hamil asal Pulau Masalembu Meninggal di Atas Kapal saat Menuju Rumah Sakit

Situasi di atas kapal. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Situasi di atas kapal. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ibu muda bernama Siti Salihah (20), warga Dusun Mandar, Desa Suka Jeruk, Kecamatan Pulau Masalembu, Sumenep meninggal di atas kapal. Ia meregang nyawa saat berada dalam perjalanan menuju rumah sakit di Sumenep untuk menjalani operasi.

Bidan Puskesmas Masalembu, Murdia Hannan mengatakan, kejadian itu bermula saat korban hendak melahirkan. Namun, keluarga korban terlebih dahulu membawa ke dukun beranak.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Lalu pada Rabu siang itu ternyata tidak bisa lahir. Dukunnya minta bantuan ke saya dan saya datang ke rumahnya," ujarnya, Jumat (7/2/2025).

Setelah menemui Salihah, Murdia melihat jika kondisi ibu muda itu mengalami tahap akhir persalinan yang berlangsung lama akibat bayi tak kunjung keluar. Kondisi ini bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya komplikasi pada bayi dan ibunya.

"Karena kondisi tersebut, maka korban harus dioperasi di rumah sakit yang ada di Sumenep daratan," imbuhnya.

Ia mengatakan, korban berangkat ke Sumenep pada Kamis (6/2/2025) pagi didampingi oleh tenaga medis dari puskesmas dan juga pihak keluarga. Saat berangkat, korban dalam kondisi sehat bahkan bisa berjalan sendiri ke atas kapal.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Di dalam kapal, kami tidak bisa menstimulasi korban agar melahirkan secara normal karena kondisi air ketuban juga sudah habis jadi harus operasi," ungkapnya.

Perjalanan dari Pulau Masalembu ke Sumenep daratan cukup jauh dan memakan waktu belasan jam. Kondisi cuaca yang memburuk membuat kapal mengalami guncangan akibat ombak besar.

"Disitu korban mulai ngedrop dan mengalami pusing. Korban juga sempat minta minum ke keluarganya," tuturnya.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Tak berselang lama, korban mulai kehilangan kesadaran dan mengeluarkan busa dari mulutnya hingga korban juga kehilangan nyawa setelah berada di kapal lebih dari 12 jam perjalanan. Tak hanya itu, anak didalam kandungan Salihah juga tak bisa diselamatkan.

"Meninggalnya jam 3 sore," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.