Senin, 22 Jun 2026 03:12 WIB

Ribuan Ikan Nila di Telaga Ngebel Ponorogo Mati, Pembudidaya Rugi Puluhan Juta

Lokasi budidaya ikan di Telaha Ngebel Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Lokasi budidaya ikan di Telaha Ngebel Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan ikan nila di Telaga Ngebel, Ponorogo mati sejak Jumat (31/1/2025). Para pembudidaya ikan di kawasan tersebut mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta akibat kematian massal ikan mereka.

Mulyadi, salah satu pembudidaya ikan di Telaga Ngebel, memperkirakan kerugiannya mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Ia menyebut penyebab utama kematian ikan ini adalah munculnya belerang yang dipicu oleh angin kencang.

Baca Juga: Misteri Ribuan Ikan Nila Mati di Ngebel Ponorogo Terungkap, Ini Penyebabnya

“Kerugiannya sulit dikalkulasi, tapi diperkirakan mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta,” ujar Mulyadi, Kamis (6/2/2025).

Menurutnya, hampir semua pembudidaya ikan di Telaga Ngebel terdampak, terutama mereka yang berada di bagian utara telaga. Ikan nila yang berada dalam keramba mati karena kekurangan oksigen, sementara ikan lele masih bisa bertahan.

“Saya terkena dampak paling akhir. Tempat saya itu ikan nilanya mati semua, tapi lele masih bertahan,” tambahnya.

Mulyadi mengaku terlambat mengantisipasi fenomena ini. Seharusnya ia segera memanen ikan pada Kamis (30/1/2025), namun baru pada Minggu (2/2/2025) ia menyadari bahwa ikan nila dengan berat di atas 1 kilogram dalam kerambanya mati.

“Awalnya ada 50 ekor yang mati. Saya kumpulkan dan diberikan ke ikan lele. Lalu, pada Selasa, saya kembali mengambil ikan yang masih kecil,” jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Ikan Nila di Telaga Ngebel Ponorogo Mati, Diduga gegara Belerang

Meski ada ikan yang masih layak dijual, harga jualnya turun di bawah harga pasaran.

“Biasanya Rp28 ribu per kilogram, sekarang hanya Rp25 ribu per kilogram,” tambahnya.

Hal serupa dialami oleh Hadi Santoso, pembudidaya ikan lainnya di Telaga Ngebel. Ia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat kematian massal ikan nila.

Baca Juga: Subhanallah! Cahaya Terang Muncul saat Mendung Gelap, Disebut di Atas Telaga Ngebel

“Persentase kematian ikan di keramba mencapai 40-60 persen. Ribuan ekor mati, dan kerugiannya tentu besar,” ungkapnya.

Hadi menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi sejak lima hingga enam hari lalu, dipicu oleh angin kencang dan hawa dingin yang menyebabkan belerang naik ke permukaan air.

Fenomena kematian ikan akibat belerang di Telaga Ngebel bukan kali pertama terjadi. Para pembudidaya diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca guna mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.