Jumat, 19 Jun 2026 14:06 WIB

Ribuan Ikan Nila di Telaga Ngebel Ponorogo Mati, Diduga gegara Belerang

Lokasi budidaya ikan di Telaha Ngebel Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Lokasi budidaya ikan di Telaha Ngebel Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan ekor ikan nila di Telaga Ngebel, Ponorogo, mati mendadak sejak Jumat (31/1/2025). Fenomena ini diduga akibat munculnya belerang yang menyebabkan ikan kehabisan oksigen.

Sejumlah pembudidaya ikan di Telaga Ngebel mulai menyisihkan ikan nila yang mati maupun yang masih bertahan di dalam keramba mereka. Beberapa ikan yang sudah mati diberikan kepada ikan lele karena diyakini lebih kuat bertahan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pembudidaya ikan nila di Telaga Ngebel, Dwi Prasetyo mengungkapkan bahwa kematian ikan ini terjadi akibat cuaca buruk yang memicu keluarnya belerang.

“Ikan-ikan ini mati karena cuaca buruk yang menyebabkan belerang muncul. Akibatnya, ikan mabuk lalu mati karena kekurangan oksigen,” ujar Dwi, Kamis (6/2/2025).

Dwi menjelaskan bahwa kematian ikan nila ini mulai terjadi sejak angin kencang melanda wilayah tersebut pada Jumat (31/1/2025). Ia sendiri mengalami kerugian besar dengan lebih dari 1.000 ekor ikan mati dalam kerambanya.

Hal senada diungkapkan oleh Mulyadi, pembudidaya lainnya. Menurutnya, tanda-tanda kemunculan belerang sudah terlihat sejak Jumat lalu, ditandai dengan angin kencang yang bertiup sejak malam hingga pagi hari.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Kemunculan belerang ini memang sudah terlihat dari Jumat malam. Saya terlambat mengantisipasi, seharusnya ikan segera diambil pada hari Kamis. Tapi ketika saya ambil pada Minggu, ternyata sudah mati,” ungkapnya.

Ikan nila yang mati mayoritas merupakan indukan dengan berat 1 ekor lebih dari satu kilogram. Awalnya, hanya sekitar 50 ekor ikan yang mati, namun jumlahnya terus bertambah hingga beberapa hari kemudian.

Sebagian ikan yang masih bertahan langsung dipanen untuk mencegah kerugian lebih besar.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Senin, saya ambil yang mati untuk diberikan ke lele, Selasa (4/2/2025) saya ambil lagi yang masih kecil, tapi masih hidup dan layak jual,” tambahnya.

Fenomena kematian massal ikan di Telaga Ngebel ini bukan pertama kali terjadi. Cuaca ekstrem yang menyebabkan keluarnya belerang kerap menjadi penyebab utama. Para pembudidaya pun diimbau untuk terus memantau kondisi air guna mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.