Sabtu, 20 Jun 2026 08:31 WIB

Misteri Ribuan Ikan Nila Mati di Ngebel Ponorogo Terungkap, Ini Penyebabnya

Telaga Ngebel Ponorogo lokasi ribuan ikan nila yang mati. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Telaga Ngebel Ponorogo lokasi ribuan ikan nila yang mati. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan ikan nila ditemukan mati mendadak di Telaga Ngebel, Ponorogo, sejak Jumat (31/1/2025). Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo menyebut kejadian ini sebagai fenomena Upwelling, yaitu pergerakan air hangat dari dasar telaga ke permukaan yang membawa material dari bawah.

Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dipertahankan, Siti Barokah, menjelaskan bahwa Upwelling merupakan fenomena alam yang umum terjadi, baik di perairan darat seperti telaga maupun di laut lepas.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Fenomena ini menyebabkan material dari dasar telaga naik ke permukaan, termasuk kemungkinan unsur belerang, yang bisa mempengaruhi kondisi ikan,” ujar Siti Barokah, Jumat (7/2/2025).

Pembudidaya ikan nila, Mulyadi, mengungkapkan bahwa tanda-tanda fenomena ini sudah muncul sejak Kamis (30/1/2025) dengan angin kencang pada malam hingga pagi hari.

“Seharusnya ikan segera diambil untuk mengantisipasi dampaknya. Namun, saat saya mengambilnya pada Minggu, banyak yang sudah mati,” kata Mulyadi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ikan nila yang mati mayoritas berukuran besar dengan berat satu ekor mencapai 1 kilogram atau lebih. Awalnya, jumlah yang mati hanya sekitar 50 ekor, namun terus bertambah hingga ratusan ekor dalam beberapa hari.

Berdasarkan data Dipertahankan Ponorogo, total kematian ikan nila akibat Upwelling mencapai sekitar 500 kilogram, tetapi belum menyentuh angka 1 ton.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Para pembudidaya di sekitar Telaga Ngebel berupaya menyelamatkan ikan yang masih hidup di keramba mereka. Ikan yang mati dikumpulkan dalam karung, sementara sebagian diberikan ke ikan lele karena diyakini masih bisa dikonsumsi oleh jenis ikan tersebut.

Dengan kejadian ini, para pembudidaya berharap adanya solusi untuk mencegah dampak lebih lanjut. Mereka juga diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda Upwelling agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.