Sabtu, 20 Jun 2026 02:21 WIB

Bupati Banyuwangi Sebut Pengecer Garda Terdepan Rantai Distribusi LPG 3 Kg

  • Penulis :
  • | Kamis, 06 Feb 2025 13:04 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melakukan sidak ke pengecer LPG 3 kg. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melakukan sidak ke pengecer LPG 3 kg. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebijakan memberikan izin pada pengecer untuk kembali menjual LPG 3 kg pada masyarakat mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Termasuk Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk menilai selama ini pedagang eceran menjadi garda terdepan distribusi tabung gas subsidi. Berjualan gas LPG eceran juga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi penjualnya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Dengan diberikannya kesempatan untuk tetap berjualan, sambil berproses menjadi sub pangkalan, merupakan jalan keluar yang sangat baik bagi para pedagang pengecer juga warga yang membeli," ujarnya.

"Pemkab siap memfasilitasi bagi para pengecer yang akan mengurus NIB (nomor induk berusaha) untuk menjadi sub pangkalan," imbuh Ipuk.

Di Banyuwangi sendiri terdapat 23 agen dan 2045 pangkalan gas LPG 3 kg, dengan jumlah penjual pengecer yang mencapai belasan ribu di seluruh penjuru kabupaten.

Salah satu penjual eceran LPG 3 kg, Ferda Meliana, mengatakan telah belasan tahun menjadi penjual LPG  3 kg. Saat ini dia memiliki 20 tabung gas yang biasanya habis terjual dalam beberapa hari.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM & LPG, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

"Langganan saya toko kanan kiri ini. Kasihan kalau saya tidak berjualan mereka harus jauh membeli gasnya," kata Ferda yang membuka toko di area Pasar Sempu.

Adanya kebijakan pemerintah untuk mengalihkan toko eceran menjadi sub pangkalan, Ferda menyambutnya dengan baik. Namun dia membutuhkan waktu untuk menyiapkan persyaratannya.

Sementara itu, pemilik salah satu pangkalan LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Sempu, Eko Saputro, mengatakan sangat senang penjualnya eceran masih bisa berjualan.

Baca Juga: Harga Gas LPG Non Subsidi Naik, Permintaan Pasar di Tulungagung Stabil

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya penjual eceran. Dia sendiri sudah berjualan sejak peralihan minyak tanah menjadi gas subsidi. Saat ini ada 30 penjual gas melon eceran yang ada di bawahnya.

"Rata-rata penjual eceran membeli 7-10 tabung tiap hari. Adanya para pedagang eceran sangat membantu kami dalam menjalankan usaha ini. Intinya semua saling diuntungkan," ujar Eko.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.