Sabtu, 20 Jun 2026 09:01 WIB

IPLT Tulungagung Kembali Beroperasi, Warga Mengaku Masih Trauma

Aktivitas IPLT di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Aktivitas IPLT di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Bono dan Moyoketen Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mengaku trauma dengan bau yang ditimbulkan dari Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), yang akan diaktifkan kembali oleh pihak Pemkab.

Instalasi tersebut telah mangkrak selama 9 tahun terakhir karena ditolak warga sekitar. Meskipun instalasi ini sudah dilengkapi dengan teknologi baru, namun warga masih trauma.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mereka mempersilahkan IPLT beroperasi, namun jika mengeluarkan bau, warga mengancam akan melakukan aksi demo.

Warga setempat, Mulyono, mengaku masih trauma dengan bau yang berasal dari IPLT ini. Terlebih di sekitar kawasan IPLT terdapat wahana wisata petik buah blimbing.

Dikhawatirkan, bau yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap usaha petik buah blimbing yang banyak ditekuni warga setempat.

“Dulu, setiap pukul 5 subuh, bau dari IPLT menyebar hingga ke rumah-rumah warga karena proses penguraiannya belum sempurna. Ini sangat mengganggu kehidupan kami,” ujarnya, Rabu (5/2/2025)

Meskipun pihak Pemkab sudah menjamin menggunakan teknologi agar tidak muncul bau, namun Mulyono tidak bisa mempercayainya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Warga berencana akan mengambil sampel dari hasil pengolahan limbah tersebut dan akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa kandungannya.

"Silahkan IPLT ini beroperasi, namun jika menimbulkan bau dan meresahkan warga kami akan menggelar aksi," tuturnya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi menampung keluhan dan kekhawatiran warga akan bau yang muncul. Mereka bakal menjadikannya sebagai bahan masukan.

Tri juga mempersilahkan warga untuk mengambil sampel hasil pengolahan limbah tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Saya justru merasa terbantu jika warga turut mengawasi. Kami terbuka terhadap kritik dan saran demi penyempurnaan IPLT ini,” pungkasnya.

Diketahui, IPLT Moyoketen telah beroperasi sejak 1995 dengan luas lahan 2,5 hektare dan kapasitas pengolahan hingga 25 meter kubik per hari. Namun sejak 2016, pengoperasiannya berhenti karena penolakan warga.

Sebelumnya limbah tinja hanya dikumpulkan dalam kolam saja tanpa pengolahan. Hal ini menyebabkan munculnya bau tak sedap. Selama tidak beroperasi, limbah tinja dari Tulungagung sempat dialihkan ke Kabupaten Blitar.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.