Selasa, 16 Jun 2026 02:49 WIB

Pemkab Tulungagung Dorong Pengecer Gas LPG jadi Pangkalan

Aktivitas di salah satu agen gas elpiji. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Aktivitas di salah satu agen gas elpiji. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perubahan aturan penjualan gas LPG subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat masih belum terasa dampaknya di Tulungagung. Sejumlah pengecer terpantau masih dapat menjual gas LPG ukuran 3 kilogram ini.

Berdasar hasil pantauan tidak ditemukan adanya antrian panjang masyarakat untuk membeli gas LPG tersebut. Stok ketersediaan juga relatif aman.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabag Ekonomi Pemkab Tulungagung, Arif Efendi mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait penjualan gas elpiji subsidi.

Hingga saat ini, mereka masih melakukan pendataan terkait jumlah agen dan pangkalan gas elpiji. Mereka juga belum mendapat laporan adanya gejolak di masyarakat pasca-perubahan aturan pemerintah tersebut.

"Sejauh ini peraturan masih belum ada dampaknya di Tulungagung, kami juga menunggu juknis terkait aturan baru ini," ujarnya, Selasa (4/2/2025).

Dari hasil pendataan total terdapat 22 agen gas LPG di Tulungagung. Mereka menyuplai kebutuhan ke 1.200 pangkalan elpiji. Jumlah tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan elpiji subsidi untuk masyarakat.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Mereka juga menilai kondisi masyarakat relatif stabil dalam menanggapi perubahan peraturan ini.

"Hingga saat ini relatif stabil berdasarkan pantauan kami," tuturnya.

Meskipun begitu pihak Pemkab juga mendorong pengecer untuk meningkat menjadi pangkalan. Mereka akan membantu proses peralihan tersebut terutama dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pemkab memfasilitasi pengecer yang bersedia untuk beralih ke pangkalan.

"Sudah kita lakukan sosialisasi ke mereka untuk berubah menjadi pangkalan, yang jelasnya persyaratannya mudah salah satunya memiliki NIB," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.