Jumat, 19 Jun 2026 20:39 WIB

Tuai Polemik, Komisi B DPRD Jember Minta Toko Berjaringan di Lojejer Tak Beroperasi

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 04 Feb 2025 10:15 WIB
Komisi B DPRD Jember minta toko berjaringan di Lojejer tak beroperasi. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi B DPRD Jember minta toko berjaringan di Lojejer tak beroperasi. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tuai polemik di masyarakat, Komisi B DPRD Jember meminta toko berjaringan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan agar tidak beroperasi. Dalam hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan berbagai pihak, DPRD juga meminta CV Indomorida segera mencopot logo yang sama dengan PT Indomarco. 

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto mengatakan, lokasi toko berjaringan di Desa Lojejer ini sangat dekat dengan pasar tradisional. Jadi, menurutnya wajar jika pedagang menolak.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Ini belum ada perizinannya dan simbol atau logo yang terpasang ini mirip milik PT Indomarco, maka kami minta untuk semua dicopot," katanya, Senin (3/2/2025).

"Persoalan di Desa Lojejer ini bisa diakhiri karena membuat polemik di masyarakat dan membuat resah," lanjutnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Dengan tegas, pihaknya meminta dinas terkait segera memerintahkan pemilik bangunan mencopot logo dan tidak beroperasi, sampai izinnya benar-benar selesai. 

“Bila ini toko berjejaring tidak bisa, karena Perda 9 Tahun 2016 sudah," terangnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Pihaknya tidak akan menghalangi adanya investasi masuk ke Jember, namun harus ada kejelasan terkait izin dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat. 

"Dinas harus melakukan penelusuran dan melakukan pendalaman, kami tidak percaya dengan yang disampaikan dan harus dicek juga termasuk rekening perusahaan," tegas Candra.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.