Senin, 15 Jun 2026 21:33 WIB

Mantri Pasar Lojejer Intimidasi Pedagang, DPRD Jember: Jangan Takut!

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 01 Feb 2025 16:18 WIB
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto (Foto: Sugianto/jatimnow.com))
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto (Foto: Sugianto/jatimnow.com))

jatimnow.com - Karena tidak setuju adanya toko berjaringan diduga Indomaret, Mantri Pasar Lojejer diduga mengintimidasi para pedagang.

Mendengar itu, Komisi B DPRD Jember meminta agar warga atau paguyuban pasar tidak takut.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (30/2/2025) kemarin, paguyuban pedagang menyampaikan mendapat intimidasi dari mantri pasar Lojejer.

"Ada mantri pasar atau perangkat yang mengintimidasi masyarakat, bahwa di sana nanti kalau mereka ikut menolak, maka akan ditutup lapaknya," ungkap Ardi, warga Lojejer.

Adanya intimidasi itu, sehingga sangat meresahkan para pedagang tradisional yang ada. Padahal, dalam keterangan dari berbagai pihak, seperti Disperindag menyampaikan terkait izin belum masih belum ada.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Sangat meresahkan pedagang tradisional yang ada di pasar. Di pasar ini bukan hanya sayur mayur, ada juga jualan jajan, retail, yang ada di Indomaret itu. Tentunya, juga akan berdampak," terangnya.

Mendengar itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto menyampaikan agar para pedagang tidak perlu takut.

Politisi PDIP itu telah meminta dinas terkait untuk melakukan penelusuran secara mendalam, salah satunya adanya dugaan akan mengelabui pemerintah yang telah mengeluarkan Perda Nomor 9 Tahun 2016.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Kami mohon bapak-bapak sekalian, paguyuban pedagang Pasar Lojejer untuk tidak takut, untuk lebih awas lagi, melihat situasi dan kondisi. Jangan mau diintimidasi, kalau ada suatu hal mohon ini dilaporkan ke kami, sebagai bentuk pengawasan," pintanya.

"Kiranya nanti ada sesuatu yang meresahkan masyarakat, maka sebagai penyelenggara negara, kami punya kewajiban untuk melindungi hak-hak anda semua," tegas Candra.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.