Sabtu, 20 Jun 2026 14:42 WIB

9 Sekdes ASN akan Ditarik Pemkab Tulungagung, Masalah dengan Kades?

Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung bakal menarik 9 sekretaris desa (Sekdes) yang berstatus sebagai ASN. Penarikan ini dilakukan setelah Pemkab menerima surat dari pemerintah desa (Pemdes).

Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan saat ini total terdapat 39 Sekdes yang berstatus sebagai ASN.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Dari jumlah tersebut sebanyak 9 Sekdes akan ditarik. Sedangkan 28 Sekdes tetap diperbantukan di desa. Sedangkan 2 Sekdes lainya memasuki masa pensiun per 1 Februari 2025.

"Ada dua yang pensiun kan, jadi pas total 39, 28 bertahan, yang 9 diusulkan ditarik," ujar Soeroto, Jumat (31/1/2025).

Soeroto menjelaskan, surat permohonan dari desa terkait penarikan Sekdes ini sudah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjadi dasar kepastian status mereka.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

Pihaknya menyebut, untuk Sekdes yang tetap ditempatkan di desa tersebut, saat ini tengah dalam proses untuk mendapatkan persetujuan pihak Camat dan Pj Bupati.

"Sedangkan untuk Sekdes yang ditarik dari desa dan dimutasi ke OPD lain, itu tidak cukup melalui Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)nya, dengan dasar dari surat BKN tadi," tuturnya.

Menurut Soeroto penarikan ini tidak serta merta karena ada masalah antara Sekdes dan Kades. Namun usulan mutasi ini justru muncul dari Sekdes sendiri yang menginginkan suasana baru karena sudah lama bertugas di Pemdes.

Baca Juga: Pimpin Apel, Plt Bupati Tulungagung Ajak ASN Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Penarikan ini merupakan wujud implementasi dari Perda Nomor 3 Tahun 2023 di Kabupaten Tulungagung mengatur tentang penarikan sekretaris desa (Sekdes) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ada juga yang karena sudah lama di Pemdes dan ingin suasana baru," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.