Jumat, 19 Jun 2026 01:59 WIB

4 Fakta Pembunuhan Pria di Sampang, Korban Sempat Minta Anak Lari Cari Bantuan

Evakuasi korban pembunuhan di Sampang. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Evakuasi korban pembunuhan di Sampang. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembunuhan terjadi di jalan Desa Bapelle, Robatal, Sampang, pada Senin (27/1/2025). Korban berinisial Y (35) ditemukan tergeletak bersimbah darah di tepi jalan itu.

Berikut redaksi merangkum 5 fakta pembunuhan tragis tersebut.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

1. Korban Alami Luka Akibat Senjata Tajam

Pria berinisal Y, korban pembunuhan di Desa Bapelle, Robatal, Sampang merupakan warga sekitar. Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, ditemukan luka akibat senjata tajam di tubuh korban yang mengeluarkan banyak darah.

“Iya korban laki-laki merupakan warga di sekitar TKP," ujarnya, Selasa (28/1/2025).

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Moh Zyn Sampang untuk dilakukan visum. Sementara polisi langsung mendatangi keluarga korban untuk menggali informasi dan menenangkan mereka agar tak terpancing isu-isu di luar.

"Ya kita berupaya mendinginkan suasana dan kami terus dalami kasus ini,” katanya

2. Korban Dihadang 2 Pelaku saat Bonceng Anak

Kapolres Sampang, AKBP Hartono melanjutkan, kejadian bermula saat korban bersama anaknya yang berusia 5 tahun sedang menaiki motor. Korban lalu dihadang oleh dua orang yang berboncengan.

Pelaku lalu menghabisi korban dan meninggalkannya di TKP dengan bersimbah darah. Motor korban juga ditinggal di dekat tubuhnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

"Ada sejumlah luka fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Antara lain di bagian leher serta luka di bahu kiri dan siku kiri," imbuhnya.

3. Anak Sempat Diminta Lari Cari Bantuan

Sebelum terjadi pembunuhan oleh pelaku, korban sempat meminta anaknya segera pulang dan mencari bantuan. Sayang, jarak yang terlalu jauh membuat pertolongan terlambat datang.

"Jadi anaknya ini pulang ke rumahnya. Jarak rumah dan TKP lumayan jauh sekitar 2 kilometer," terangnya.

Saat istri korban dan anaknya tiba di TKP sudah menemukan korban terkapar tak bernyawa. Istri korban lalu meminta bantuan dan peristiwa itu dilaporkan ke polisi.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

"Kami lalu datangi TKP dan evakuasi korban ke rumah sakit," ungkapnya.

4. Pelaku Belum Tertangkap

Hingga kini polisi belum berhasil meringkus pelaku. Pihaknya masih menggali informasi dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami masih menggali informasi dan memeriksa sejumlah orang. Untuk motifnya kami belum bisa pastikan karena pelaku belum ditangkap," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.