Senin, 22 Jun 2026 11:36 WIB

Sejarah HGB 656 Hektare di Pesisir Sedati Sidoarjo, Awalnya Hadiah untuk Warga Miskin

HGB seluas 656 hektare di wilayah pesisir Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati Sidoarjo. (Foto: Camat Sedati Sidoarjo for jatimnow.com)
HGB seluas 656 hektare di wilayah pesisir Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati Sidoarjo. (Foto: Camat Sedati Sidoarjo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejarah hak guna bangunan (HGB) seluas 656 hektare di pesisir Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo diungkap nelayan sekitar. Sebelum menjadi milik perusahaan, kawasan ini merupakan hadiah untuk warga miskin.

Salah satu warga asli Segoro Tambak yang berprofesi sebagai nelayan, FZ(39) mengatakan, dulunya saat lokasi tersebut berupa laut yang penuh lumpur berupa petak-petak, oleh pemerintah diusulkan kepada pemerintah desa untuk diberikan kepada warga asli Segoro Tambak untuk dikelola dengan baik.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Sudah lama, tahun 1995 sudah jadi laut, itu diberikan pemerintah kepada warga yang belum punya tambak sama sekali. Ada 3 hektare itu untuk warga yang belum punya tambak, warga miskin juga termasuk keluarga saya," ucapnya kepada jatimnow.com, Rabu (22/1/2025).

Beberapa tahun kemudian, lanjutnya warga diminta oleh kepala desa yang menjabat saat itu agar menjual lahannya ke salah satu perusahaan, seharga Rp3 juta per pemilik.

"Dulu para pemilik pengelola, warga sama lurah saat itu menjabat, terus ada PT masuk, warga diiming-imingi uang. Memang masih berupa laut. Malah tiap orang dapat Rp3 jutaan untuk di jual ke PT yang tiap lahan di hargai Rp3 juta," ungkapnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Hal senada disampaikan, J (47), warga Desa Segoro Tambak yang mengaku lahan dengan sertifikat HGB itu sudah ada puluhan tahun lalu. Menurutnya itu hadiah untuk warga miskin di sana.

"Lahan di laut itu dihadiahkan untuk warga Desa Segoro Tambak yang belum punya lahan Tambak, tetapi setelah 6 bulan berikutnya, warga dibujuk agar lahan itu dijual dengan harga antara Rp1 juta atau Rp2 juta," terangnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Meski demikian, warga mengaku tidak pernah melihat ada pagar yang membatasi lahan HGB di atas laut itu. Mereka juga masih bisa dengan bebas melaut tanpa ada gangguan sama sekali.

Mengenai lahan tersebut, Kades Segoro Tambak yang menjabat saat ini Anik Mahmudah belum bisa memberikan keterangan. Sebelumnya ditemukan warganet melalui aplikasi Bhumi, ATR/BPN HGB 656 di laut Sidoarjo.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.