Rabu, 17 Jun 2026 20:33 WIB

Jembatan Suramadu Dinilai Tidak Aman, Mahasiswa Geruduk Polres Bangkalan

Unjuk rasa di Polres Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Unjuk rasa di Polres Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya peristiwa tali senar yang melukai pengendara di Jembatan Suramadu mendapat sorotan dari sejumlah mahasiswa. Mereka yang menilai akses tersebut tak lagi aman, menggeruduk Polres Bangkalan menuntut perbaikan kinerja kepolisian, pada Senin (20/1/2025).

Koordinator aksi, Bahrul Ulum mengatakan pihaknya mengkritik kinerja Polres Bangkalan yang dinilai tak bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga berharap sejumlah kejadian kriminal di Bangkalan mendapat atensi dari Polda Jatim.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Ini sudah dua kali kejadian dan mengakibatkan korbannya terluka semua. Kami ingin kinerja kepolisian ditingkatkan agar kami bisa merasa aman melintas di Suramadu," ujarnya.

Ia juga menyoroti banyaknya kasus pencurian motor di Bangkalan. Tak hanya itu, tak sedikit motor curian dari luar daerah yang turun ke penadah di Bangkalan melalui Suramadu.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Aksi curanmor dan pembegalan di jalan sampai saat ini masih marak. Hal ini sangat meresahkan masyarakat Bangkalan dan banyak tudingan negatif dari luar tentang masyarakat Bangkalan," imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, massa sempat terlibat kericuhan dengan kepolisian. Pasalnya, Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono tak kunjung keluar saat massa melakukan aksi.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Kericuhan mulai mereda usai kapolres muncul di tengah massa. Mereka lalu berdialog menyampaikan kritikan untuk kepolisian di Bangkalan. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.