Senin, 22 Jun 2026 02:54 WIB

Wabah PMK di Tulungagung Belum Usai, Disnakeswan Kehabisan Stok Vaksin

Petugas saat memeriksa kondisi kesehatan sapi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat memeriksa kondisi kesehatan sapi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketersediaan stok vaksin PMK di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung telah habis. Disnakeswan masih menunggu kiriman vaksin PMK dari pemerintah.

Kabid Kesehatan Hewan, Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumaryani mengakui, saat ini stok vaksin PMK sudah habis.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Untuk capaian vaksinasi, Pemkab Tulungagung mengklaim sudah mencapai angka 80 persen.

Selebihnya, peternak diimbau untuk melakukan vaksinasi secara mandiri. Beberapa klinik telah menyediakan layanan vaksin PMK. Untuk harga vaksin PMK itu mencapai Rp425 ribu per botol.

"Satu botol vaksin PMK dapat digunakan untuk 25 ekor sapi," ujarnya, Selasa (14/01/2025).

Selain itu, peternak juga harus memberikan nutrisi untuk meningkatkan sistem kekebalan hewan ternak. Beberapa ramuan dari rempah-rempah banyak digunakan peternak guna menjaga kesehatan hewannya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Peternak juga diimbau untuk tidak melakukan jual beli sapi untuk sementara waktu. Hal ini perlu dilakukan guna menekan angka temuan kasus PMK.

"Misalkan melakukan jual beli, diimbau untuk menyertakan surat keterangan sehat hewan," tuturnya.

Dipaparkan Tutus, pemberian vaksinasi ini juga sudah di tahapan booster. Mayoritas sapi yang terserang PMK ini berasal dari luar kota.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Untuk menekan angka penyebaran PMK, pihak Pemkab telah menutup sementara aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Terpadu.

"Pemicu lainnya lonjakan kasus PMK salah satunya adalah cuaca ekstrem yang memicu munculnya virus," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.