Kamis, 18 Jun 2026 15:37 WIB

Tekan Konflik Perguruan Silat, Polres Tulungagung Wacanakan Pembentukan Satgas

Kegiatan Rembug Kamtibmas yang digelar oleh Polres Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kegiatan Rembug Kamtibmas yang digelar oleh Polres Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meskipun angka kasus menurun, namun konflik yang melibatkan anggota perguruan silat di Tulungagung menjadi salah satu permasalahan yang belum tuntas. Hal ini terungkap dalam acara rembug Kamtibmas yang digelar oleh Polres Tulungagung.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan sinergisitas banyak pihak. Mereka mewacanakan pembentukan Satgas guna menuntaskan masalah tersebut.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, pada 2023 kasus pencak silat berada di angka 39 kasus dengan 112 tersangka. Sedangkan pada 2024 terdapat 37 kasus dengan 67 tersangka.

Meskipun angka kasus menurun, namun potensi konflik tersebut diprediksi muncul di tahun 2025.

"Selama ini penyelesaian konflik perguruan silat hanya menyentuh ranah hilir dengan memberikan hukuman kepada oknum yang melanggar," ujarnya, Jumat (10/01/2024).

Menurut Taat, sumber konflik antarperguruan silat paling banyak berada di hulu dan hal ini belum tersentuh. Maka dari itu, Polres Tulungagung mengusulkan untuk membuat Satgas yang melibatkan banyak pihak.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Salah satu fungsi satgas adalah merumuskan masalah-masalah konflik perguruan silat yang berada di hulu, mengingat konflik perguruan silat dilatarbelakangi oleh berbagai masalah.

"Jadi di balik permasalahan konflik perguruan silat ada masalah yang mendasar. Ada masalah faktor sosial, ekonomi hingga keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mendukung rencana pembentukan satgas untuk menangani masalah konflik perguruan silat, mengingat permasalahan perguruan silat di Tulungagung cukup kompleks.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Heru juga mendorong agar anggota perguruan silat dapat diikutsertakan dalam pelatihan kerja agar mewujudkan kegiatan positif dan produktif.

"Jadi diberi latihan kerja kemudian alat kerja agar produktif. Mengingat angkatan kerja di Tulungagung juga belum optimal," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.