Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Pengaruh Negatif Medsos pada Pelajar, Bupati Banyuwangi: Tantangan untuk Kepsek

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Jan 2025 08:06 WIB
Pelatihan 420 kepala sekolah SD dan SMP dari sekolah negeri dan swasta se Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)
Pelatihan 420 kepala sekolah SD dan SMP dari sekolah negeri dan swasta se Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tingginya eksposur media sosial yang dibarengi kemajuan teknologi seringkali menjebak para pelajar rentan terpengaruh paparan negatif. Bupati Banyuwangi mengungkapkan hal ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah (kepsek) dalam memimpin institusi pendidikan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kepala sekolah (kepsek) sebagai pemimpin di sekolahnya masing-masing harus bisa menentukan arah dan kebijakan pendidikan di institusinya.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Kepala sekolah harus terus mengupgrade wawasan tentang kepemimpinan yang sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia yang dihadapi oleh anak-anak saat ini. Di tengah tingginya eksposur media sosial dan teknologi anak-anak sangat rentan terpengaruh paparan negatif," ucap Bupati Ipuk.

"Belum lagi tekanan akademis, masalah sosial dan interpersonal yang mereka hadapi di rumah dan lingkungannya. Semua itu bisa menjadi pemicu berbagai tindak kenakalan dan kekerasan,” tambahnya. 

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Karena itu, untuk meminimalisir munculnya kenakalan dan kekerasan anak tersebut, Bupati Ipuk berharap agar sekolah bisa menjadi ruang yang aman bagi anak. Menjadi tempat untuk terbangunnya sikap saling peduli dan penuh empati juga kasih sayang.

“Salah satu caranya dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang compassionate atau penuh welas asih di antara semua warga sekolah baik kepala sekolah, guru dan siswa. Dan kepala sekolah harus menjadi teladan utamanya,” kata Ipuk.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

“Harapannya, sekolah bisa menjadi sekolah yang welas asih dengan pendekatan yang manusiawai dengan prinsip manusia adalah mahluk yang terbaik sehingga menghindarkan pendidikan yang dijalankan dengan konep reward and punishment,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Suratno menambahkan, penekanannya adalah untuk menghindari terjadinya tiga dosa besar dalam dunia pendidikan yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.