Senin, 15 Jun 2026 03:41 WIB

Cegah Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Tulungagung Ditutup Sementara

Petugas memasang pengumuman penutupan operasional pasar hewan di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas memasang pengumuman penutupan operasional pasar hewan di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung resmi menutup seluruh pasar hewan akibat temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penutupan ini merupakan langkah antisipasi agar penyakit ini tidak semakin menyebar.

Lalu lintas hewan antarkota menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit tersebut. 

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Tulungagung, Muhammad Khabib mengatakan kebijakan itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Tulungagung Nomor 500.7.2.4/0029/34.03/2025, tentang penutupan sementara operasional Pasar Hewan Sapi dan Kambing.

Total terdapat 9 titik pasar hewan di Tulungagung.

"Tidak hanya Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung, tapi seluruh pasar hewan di Tulungagung ditutup sementara," ujarnya, Rabu (8/1/2025)

Penutupan pasar hewan dilakukan mulai tanggal 10 hingga 25 Januari 2025. Disperindag Tulungagung belum dapat memastikan apakah penutupan pasar hewan nantinya diperpanjang atau tidak.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Penutupan ini juga berdasarkan usulan dari pedagang di pasar hewan. Mereka khawatir jika pasar hewan masih dibuka penyebaran PMK akan semakin masif.

"Kemarin tanggal 5 Januari 2025 saat pasaran, banyak aktivitas jual beli di PHT Tulungagung sudah lesu. Banyak pedagang yang mengeluhkan sapinya sakit setelah dibawa ke PHT," terangnya.

Akibat dari penutupan pasar hewan ini, Pemkab berpotensi besar kehilangan pendapatan retribusi. Diperkirakan potensi retribusi pasar hewan yang hilang mencapai Rp16 juta.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pihak Disperindag berharap kasus PMK segera mereda. Sehingga aktivitas jual beli di pasar hewan dapat kembali normal.

"Setiap pasaran retribusi pasar di PHT itu mencapai Rp3 juta. Ini ditutup selama 4 kali pasaran dengan potensi retribusi Rp12 juta. Belum lagi pasar hewan lain sekitar Rp4 juta, apabila penutupan pasar hewan terlalu lama tentu berdampak pada target retribusi pasar. Semoga pasar hewan dapat kembali dibuka," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.