Kamis, 11 Jun 2026 02:07 WIB

Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

  • Penulis :
  • | Selasa, 07 Jan 2025 11:45 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Hariana. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Salah satu pedagang di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Hariana. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga cabai rawit di Kota Kediri naik drastis hingga tembus Rp110 ribu per kilogram. Kenaikan ini cukup signifikan mengingat sebelumnya cabai rawit hanya berada di kisaran Rp70-80 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Hariana mengatakan, kenaikan harga ini terjadi sejak Minggu (5/1/2025) dan masih berlaku hingga hari ini.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

“Harga cabai rawit sekarang Rp110 ribu per kilogram. Bahkan cabai merah besar dan cabai keriting juga ikut naik, dari awalnya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu, sekarang jadi Rp60 ribu," katanya, Selasa (7/1/2025).

Hariana mengaku kenaikan harga ini berdampak pada penjualan cabainya. Daya beli masyarakat turun.

"Biasanya saya bisa jual cabai rawit lebih dari 3 kilogram sehari. Sekarang 2 kilogram saja susah habis. Daya beli masyarakat jelas menurun," keluhnya.

Hariana berharap harga cabai segera turun agar masyarakat kembali bisa membeli dengan jumlah normal.

Tak hanya cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti tomat, yang naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Beberapa jenis sayuran seperti sawi, kacang panjang, terong, dan kangkung juga mengalami lonjakan harga.

Menurut Hariana, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan yang menurun akibat cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

“Saya dengar dari pemasok, hasil panen tidak banyak karena musim hujan. Jadi stok cabai terbatas," jelasnya.

Baik pedagang maupun pembeli berharap ada kebijakan yang dapat menekan kenaikan harga dan memperbaiki pasokan.

"Kami berharap harga segera turun dan kembali normal. Kalau terus seperti ini, kasihan pembeli, dan kami pedagang juga rugi karena barang tidak habis terjual," ungkap Hariana.

Sementara itu, Suroso, seorang pembeli asal Kaliombo, mengaku kesulitan dengan kenaikan harga ini. Dia terpaksa mengurangi kuantitas cabai yang biasa ia beli.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

"Kalau biasanya saya beli cabai setengah kilogram, sekarang cuma bisa beli seperempat kilogram. Sayur-mayur juga saya kurangi jumlah pembeliannya supaya pengeluaran tidak membengkak," ungkapnya.

Kondisi ini memaksa masyarakat untuk menyesuaikan pola belanja mereka. Banyak pembeli yang akhirnya mengurangi konsumsi cabai atau menggantinya dengan alternatif lain.

"Kita hanya bisa menghemat," ujar Suroso.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.