Selasa, 16 Jun 2026 14:34 WIB

Uji Coba Makan Bergizi Gratis Sasar 3.500 Pelajar di Lamongan

Pelajar SDN 3 Jetis Lamongan saat menikmati makan siang bergizi. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pelajar SDN 3 Jetis Lamongan saat menikmati makan siang bergizi. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diuji coba di Kabupaten Lamongan dengan sasaran awal 3.500 pelajar dari 6 sekolah berjenjang. Uji coba ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

Rinciannya adalah TK Kartika 25 pelajar, SD Kepatihan 192 pelajar, SD Jetis 3 sebanyak 441 pelajar, SD Jetis 4 sebanyak 380 pelajar, SMPN 1 Lamongan ada 1.047 pelajar, dan SMAN 1 Lamongan 1.415 pelajar.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa program ini akan terus dievaluasi setelah uji coba pertama. Evaluasi mencakup pelaksanaan, distribusi, pembagian makanan, serta aspek lainnya.

"Uji coba kali ini menyasar 3.500 siswa di 6 sekolah, dan kami akan terus mengawal serta melakukan evaluasi," ujar Bupati Lamongan pada Senin (6/1/2024).

Dandim 0812 Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, menambahkan bahwa uji coba ini akan berlangsung selama 5 hari ke depan.

"Semoga setelah evaluasi, program ini dapat berkelanjutan dan mencetak generasi muda yang berkualitas," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Lamongan, Agustina Nurul Herdien, menjelaskan bahwa komposisi menu MBG telah disesuaikan dengan pedoman Isi Piringku, yang mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan susu.

"Kami memiliki ahli gizi yang menyesuaikan kebutuhan gizi setiap jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, hingga SMA," kata Agustina.

Namun, dalam peninjauan pada hari pertama, ditemukan bahwa beberapa siswa enggan menghabiskan sayur. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program.
"Sayur masih menjadi tantangan, karena banyak anak yang tidak menghabiskannya. Kami akan terus mencari cara agar sayur bisa lebih diterima," ujar Agustina.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selama 5 hari uji coba, menu yang diberikan akan bervariasi setiap hari untuk menghindari kebosanan dan untuk menilai makanan yang disukai atau tidak disukai siswa.

"Menu yang tidak disukai akan dievaluasi dan diganti. Kami juga sudah mengumpulkan data mengenai alergi makanan siswa, sehingga mereka mendapatkan menu yang sesuai," tambah Agustina.

Uji coba ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pemenuhan gizi pelajar di Lamongan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.