Minggu, 21 Jun 2026 02:42 WIB

Siswa Berkebutuhan Khusus di Tulungagung Belum Dapat Makan Bergizi Gratis

Siswa saat menikmati paket MBG dari pemerintah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Siswa saat menikmati paket MBG dari pemerintah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan siswa TK Al Azhar Tulungagung menjadi salah satu penerima program makanan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah. Namun tidak semua siswa dibagikan makanan ini. Terdapat puluhan siswa berkebutuhan khusus yang tidak dibagikan jatahnya.

Kepala Sekolah TK Al Azhar Tulungagung, Siti Solikah menerangkan total jumlah siswa di sekolah ini sebanyak 200 anak. Dari jumlah tersebut terdapat 20 siswa yang masuk kategori anak bekebutuhan khusus (ABK).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Menu makanan mereka berbeda dengan siswa lain karena mengikuti program diet sesuai anjuran tim medis.

"Ada beberapa siswa yang sengaja tidak kami bagikan program ini karena siswa tersebut sedang menjalani program diet jenis makanan tertentu," ujarnya, Senin (6/1/2025).

Selama ini siswa ABK membawa makanan sendiri dari rumah sesuai dengan program diet yang mereka ikuti. Kebutuhan asupan gizi tiap ABK berbeda sehingga orang tua memutuskan untuk membawakan bekal dari rumah. Pihak sekolah khawatir jika menu MBG ini bertentangan dengan program diet yang diikuti siswa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Untuk itu bagi ABK tidak kami bagikan, karena kami khawatir menunya kurang tepat," tuturnya.

Meskipun begitu, Siti mengaku sangat terbantu dengan program MBG ini. Sebelum ada program tersebut, pihak sekolah selalu memberikan makan siang bagi siswa. Biayanya dimasukkan dalam SPP yang dibayarkan wali murid.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dengan bantuan program ini mereka dapat mengalokasikan biaya tersebut untuk kebutuhan sekolah lain.

"Secara menu program MBG ini juga lebih baik dari yang disediakan sekolah, infonya nanti anak setiap hari dapat susu dan buah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.