Kamis, 11 Jun 2026 19:38 WIB

Ratusan Sapi di Kabupaten Blitar Terserang PMK, 30 Ekor Mati

Ilustrasi. Petugas memeriksa sapi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ilustrasi. Petugas memeriksa sapi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan ekor sapi di Kabupaten Blitar mati karena terkena penyakit mulut dan kaki (PMK). Angka kasus PMK terus mengalami peningkatan. Memasuki tahun 2025, total terdapat ratusan temuan kasus PMK.

Penyebaran kasus juga merata di hampir seluruh kecamatan. Tiga kecamatan yakni Pangungrejo, Nglegok dan Gandusari menjadi yang terbanyak temuan kasus PMK.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengatakan berdasarkan hasil pendataan total terdapat 315 kasus PMK.

Dari jumlah ini sebanyak 30 ekor sapi diketahui mati, 15 ekor sapi dipotong paksa, dan 35 ekor sapi sembuh.

"Dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, hanya tiga kecamatan yang belum ada kasus PMK. Yaitu, di Kecamatan Bakung, Selorejo, dan Doko," ujarnya, Kamis (2/1/2025).

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Panggungrejo, Ngelgok, dan Gandusari. Terdapat 52 kasus PMK di Kecamatan Panggungrejo, 47 kasus di Kecamatan Nglegok dan 32 kasus di Kecamatan Gandusari.

Petugas melakukan tindakan pengendalian dengan pemeriksaan kesehatan hewan dan disinfeksi pada ternak. Terutama pada kendaraan pengangkut hewan ternak yang masuk ke pasar hewan dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Kalau ada indikasi hewan ternak sakit, segera ditangani terapi dan selanjutnya kami minta dibawa pulang. Petugas akan melakukan terapi lanjutan terhadap hewan ternak tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Kasus temuan PMK di Kabupaten Blitar ini sudah mulai sejak bulan Desember 2024. Selama bulan tersebut mereka menerima laporan 180 kasus temuan PMK. Kegiatan vaksinasi PMK, saat ini masih belum bisa dilakukan. Karena, alokasi vaksin dari pemerintah pusat sudah tidak ada lagi per Desember 2024.

"Tapi dalam rakor di provinsi Senin lalu disampaikan karena kasus PMK meningkat tajam, pemerintah pusat akan mengupayakan pengadaan vaksin PMK," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.