Senin, 22 Jun 2026 01:47 WIB

Pemkab Tulungagung Terapkan Pembayaran Parkir dengan QRIS Tahun Ini

Juru parkir menunjukkan barcode QRIS. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Juru parkir menunjukkan barcode QRIS. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mulai tahun ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung memberlakukan pembayaran parkir menggunakan QRIS. Meskipun begitu, pembayaran parkir secara manual masih bisa dilakukan. Masyarakat dapat membayar parkir dengan sistem QRIS maupun cash.

Penerapan sistem pembayaran online ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Perhubungan Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro mengatakan seluruh juru parkir telah dilengkapi dengan barcode QRIS.

Jika pembayaran dilakukan dengan manual, masyarakat diwajibkan untuk meminta karcis kepada juru parkir yang bertugas. Kebijakan ini efektif mulai berjalan sejak 1 Januari kemarin.

"Untuk tahun ini kita melakukan inovasi dengan pembayaran parkir menggunakan QRIS, seluruh juru parkir sudah kita lengkapi dengan barcode," ujarnya, Kamis (2/1/2025).

Johanes mengakui PAD dari parkir hingga saat ini belum maksimal. Tahun lalu, dari target PAD sebesar Rp1,5 miliar, mereka hanya dapat mencapai sekitar Rp800 juta.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Berbeda saat mereka menerapkan sistem parkir berlangganan beberapa tahun lalu. Saat itu, PAD dari pengelolaan parkir bisa mencapai Rp8 miliar.

"Salah satu tujuan penggunaan QRIS adalah upaya meningkatkan PAD dari parkir. Tahun ini kita ditarget mendapat Rp1,6 miliar," tuturnya.

Tidak ada uji coba dalam penerapan sistem pembayaran parkir ini. Juru parkir langsung dibekali dengan barcode pembayaran QRIS.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Menurut Johanes, mereka akan tetap melakukan evaluasi dari kebijakan ini. Meski tidak ada uji coba, mereka terus memantau perkembangan penerapannya.

"Jadi uji coba sambil berjalan saja, kami tetap akan lakukan evaluasi nantinya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.