Kamis, 18 Jun 2026 11:45 WIB

Pembuat Bumbu Bakaran di Pasuruan Raup Cuan Jutaan Rupiah Jelang Tahun Baru

Hanum Masayu, warga Panggungrejo Pasuruan dan bumbu bakaran buatannya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Hanum Masayu, warga Panggungrejo Pasuruan dan bumbu bakaran buatannya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang pergantian tahun, penjual bumbu bakaran di Panggungrejo, Pasuruan, meraih keuntungan besar. Hanum Masayu (33), pembuat bumbu bakaran, mengaku bahwa penjualannya laris manis sejak H-7 menjelang Tahun Baru 2025.

"Alhamdulillah, sejak H-7 sudah banyak yang membeli. Sebelumnya, saya sudah menjual produk ini selama 9 tahun, namun kali ini untuk pertama kalinya saya menjual bumbu secara terpisah, bukan dalam bentuk paket bakaran," ujar Hanum, Senin (30/12/2024).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Hanum mengungkapkan bahwa penjualan bumbu bakarannya meningkat drastis menjelang pergantian tahun. Dibantu tiga karyawan, ia mampu menjual hingga 1.000 botol per hari, dengan peningkatan penjualan sekitar 50 persen.

"Saat tahun baru, orang-orang cenderung berkumpul dengan keluarga dan sering mengadakan aktivitas bakar-bakaran, jadi itu sangat berpengaruh terhadap penjualan saya," jelasnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Bumbu bakaran Hanum dikemas dalam botol 250 mililiter yang dijual dengan harga Rp10.000 per botol. Produk ini dipasarkan secara online dan offline, dengan pembeli yang datang tidak hanya dari Pasuruan, tetapi juga dari luar kota seperti Cirebon, Malang, Surabaya, dan Probolinggo.

"Pembeli mayoritas dari Pasuruan, namun beberapa juga sudah mulai ada dari luar kota," tambahnya.

Baca Juga: Foto: Surabaya Bersolek Kuda Api Jelang Imlek 2577

Bumbu bakaran buatan Hanum memiliki ciri khas yang membedakannya dari yang lain.
"Bumbu ini berbeda karena menggunakan resep rahasia dan kombinasi rempah otentik hasil eksplorasi saya pribadi. Rasanya perpaduan pedas yang sopan, asam gurih, dan manis, tanpa bahan pengawet. Bumbu ini bisa tahan selama 10 minggu di suhu ruang, 2 bulan di kulkas, dan 6 bulan di freezer," ungkap Hanum.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.